Sedikitnya 20 kendaraan roda dua yang membawa muatan berlebih serta puluhan botol minuman keras (miras) oplosan di wilayah Kecamatan Bogor Tengah diamankan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Bogor Tengah selama empat hari.
Camat Bogor Tengah, Agustiansyach mengatakan, Muspika Bogor Tengah mengamankan miras oplosan dan motor yang berlebih muatannya.
“Ke depan apabila Muspika Bogor Tengah mendapati masih adanya penjualan miras oplosan serta motor bermuatan lebih, dilakukan tindakan tegas. Sementara ini Polisi telah memanggil pemilik bengkel sepatu yang menjadi biang dari armada motor kelebihan muatan. Hal ini kami lakukan dalam rangka menjaga kondusifitas di wilayah Kota Bogor,” kata Agustiansyah saat ekspose di Mako Polsekta Bogor Tengah pada Kamis (12/7/2018) .
Agus menegaskan, motor yang kelebihan muatan apabila dikendarai di jalan raya membahayakan diri sendiri dan orang lain.
“Miras oplosa yang diamankan jenis ciu. Bogor Tengah adalah areal vital karena ada Istana Kepresidenan Bogor. Tetapi selama ini kinerja kami, Kecamatan Bogor Tengah mendapat kinerja terbaik SeKota Bogor dan itu memacu Muspika untuk bekerja lebih keras, karena kami pelindung juga pelayan masyarakat,” terangnya.
Danramil Bogor Tengah Kapten Inf Suharja mengatakan, miras sangat berbahaya bagi generasi muda, jadi tidak diperbolehkan miras ilegal dijual bebas. “Bogor Tengah tempat tinggal Presiden RI Jokowi dan pasti harus kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsekta Bogor Tengah Kompol Syaifuddin Gayo mengatakan, akibat kelebihan muatan sudah ada korban dan kejadian yang merugikan pengendara lain ataupun pejalan kaki, karena ada kecelakaan anak sekolah tertabrak karena laju motor yang kelebihan muatannya.
“Saya setelah kejadian itu ada pesan dari masyarakat yang merupakan orang tua korban, untuk menindak motor yang kelebihan muatannya. Kami menilang motor yang kelebihan muatan dan akan mengundang pemilik barang untuk tidak menggunakan motor untuk mengantarkan barang ke pasar, tetapi kami sarankan mereka memakai mobil bak terbuka,” jelasnya.
Gayo juga mengatakan, untuk minuman oplosan dibuat oleh orang yang tak bertanggung jawab, karena minuman itu adalah racun. Kenapa demikian?, karena bahan pembuatannya untuk cat dan cairan untuk membersihkan kamar mandi.
reporter pratama













