Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Bogor

Kadin: Dana Hibah PEN Harusnya Untuk UMKM

badge-check


					Kadin: Dana Hibah PEN Harusnya Untuk UMKM Perbesar

Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sektor pariwisata paling merasakan dampak dari lonjakan kasus Covid-19. Untuk memulihkan pergerakan ekonomi, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan menyiapkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk dukungan UMKM dan korporasi.

Menanggapi hal itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor, Almer Faiq Rusydi mengaku hingga saat ini para pelaku UMKM di Kota Bogor belum menerima alokasi dana bantuan PEN yang digadang-gadang oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani belum lama ini.

“Sampai sekarang belum ada kabar terkait bantuan PEN untuk UMKM di Kota Bogor,” akunya.

Namun, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar bisa mewadahi kebutuhan para UMKM di kota hujan ini. “Saya akan lakukan koordinasi secepatnya. Soal dampak pandemi ini, jelas mereka (UMKM) yang paling terasa sekali penurunannya,” tutur dia.


Baca juga: Benahi Aset Daerah, BKAD Kota Bogor Gunakan Simasda


Tahun lalu, lanjut Almer, dana hibah PEN yang saat itu dialokasikan untuk sektor pariwisata dicairkan pada November. Dia berharap pencairan anggaran ini akan segera digelontorkan dalam waktu dekat ini.

“Tahun lalu itu anggaran PEN cair sekitar bulan November, mudah-mudahan sebelum november sudah cair,” harapnya.

Di sisi lain dia juga mengingatkan kepada para pengusaha pariwisata dan perhotelan agar lebih bijak untuk menggunakan anggaran PEN yang sudah dialokasikan oleh pemerintah.

“Dana hibah PEN untuk pariwisata tahun lalu itu banyak yang salah sasaran penggunaanya. Banyak yang menggunakan untuk kebutuhan hoter yang menurut saya itu sama sekali tidak penting, misalnya pembangunan gapura. Kalau dilihat dari sisi urgensinya pembangunan gapura itu apa fungsinya untuk perbaikan ekonomi?” ujarnya.

Dia juga meminta jangka waktu penyerapan anggaran PEN tidak terlalu tergesa-gesa, karena berdampak pada penggunaan anggaran itu sendiri. “Jadi kaya teman-teman tadi cuma untuk menghabiskan anggaran jadi peruntukannya pun asal-asalan,” kata dia.

Dia menyarankan agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pelaku usaha duduk bareng dan sama-sama membuat program pemulihan ekonomi, sehingga anggaran lebih terarah dan bermanfaat. “Jangan sampai masyarakat tidak merasakan dampaknya nanti,” jelasnya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor