Juli, 73 Sekolah Bakal Uji COba Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menyiapkan sebanyak 73 sekolah bakal ujicoba menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan dilangsungkan Juli 2021 mendatang.

73 sekolah itu mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hanya saja memang, belum ada tanggal pasti kapan ujicoba akan dilansungkan. Hal itu dibahas dalam forum group discussion (FGD) di Balai Kota Bogor, Rabu (28/4/2021).

FGD dipimpin lansung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Kepala Dinas Pendidikan, Hanafi, Kepala Dinas Kesehatan, Sri Nowo Retno, Ketua Dewan Pendidikan dan Kepala Cabang Daerah (KCD) Pendidikan wilayah Jawa Barat.

Wakil Wali Kota, Dedie A Rachim menyatakan, sebelum pelaksanaan PTM dilansungkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Paling dekat adalah perayaan Hari Raya Idul Fitri, dimana banyak masyarakat yang pulang kampung.

Hanya saja, pemerintah sudah melakukan pelarangan untuk mudik. Karena jika tidak dilarang dan terjadi lonjakan kasus baru, maka bisa saja PTM tak jadi dilansungkan karena misalnya Kota Bogor masuk dalam zona merah.

“Jadi tidak serta merta Juli semuanya bisa melaksanakan pendidikan tatap muka, perjuangan dan usaha kita semua inilah yang menentukan. Tujuannya dan target utamanya adalah menyelenggarakan pendidikan tatap muka pada bulan Juli 2021 dengan segala syarat pelaksanaan dan kondisi dengan status paling tidak sudah turun ke zona kuning,” urai Dedie.

Maka dari itu, skenario pemerintah untuk bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di Juli 2021 tak bisa dilupakan harus dimulai dari mana. Sehingga dalam dunia pendidikan pun, semua unsur harus lebih paham bahwa ini perjuangan berat pemerintah untuk mengembalikan Kota Bogor ke zona yang lebih aman. Dalam FGD juga dibahas tentang teknis ketika PTM dilansungkan.

“Bagaimana dalam satu kelas pembelajaran dilaksanakan, berapa orang yang boleh masuk dalam kelas, kemudian berapa durasi pembelajaran. Semua teknis itu kemudian akan menjadi patokan kita,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi menjelaskan, dari 73 sekolah yang diujucoba tersebut diantaranya 37 sekolah SMP dan 36 sekolah SD. Semuanya berasal dari sekilah negeri dan swasta serta diambil dari 6 kecamatan yang ada di Kota Bogor.

“Kita akan mengupayakan secepatnya sebelum bulan Juli, ujicoba akan dilakukan. Kami belum bisa tentukan kapannya,” kata Hanafi.

Rekomendasi baru hanya setingkat SD dan SMP. Untuk setingkat PAUD, belum direkomendasikan hanya diminta melakukan ujicoba untuk Kelas B yang akan masuk ke tingkat SD. Tentu tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

Disdik Kota Bogor, kata Hanafi, terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Kota Bogor dan stakeholder lainnya dalam menyambut PTM pada Juli mendatang. Tak hanya didalam sekolah, namun juga saat siswa diluar sekolah.

Yang terpenting pula, ujicoba PTM ini juga harus berdasarkan izin dari orang tua masing – masing siswa. Hanafi menegaskan, pihak sekolah tak dapat memaksa siswa untuk mengikuti kegiatan pra-PTM di Kota Bogor ini.

“Karena kan kita tidak tahu kondisi kesehatan anak itu. Saya minta PTM ini dipersiapkan. Saya minta izin orangtua kalau tidak izinkan tidak dipaksa,” pungkasnya.

rls

print

You may also like...

Leave a Reply