Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

Jangan Cuma Awasi TikTok, Chatbot AI Ancaman Baru Bagi Anak

badge-check


					Chatbot AI Foto: Gemini AI Perbesar

Chatbot AI Foto: Gemini AI

Jakarta – Berdasarkan studi terbaru Pew Research Center, 64% remaja di AS mengaku sudah menggunakan chatbot AI dan sekitar 30% di antaranya menggunakannya setidaknya setiap hari. Namun chatbot tersebut membawa risiko signifikan bagi mereka.

Laporan terbaru dari Washington Post merinci kasus meresahkan dari sebuah keluarga yang siswi kelas enamnya hampir kehilangan jati diri akibat segelintir chatbot AI. Menggunakan platform Character.AI, anak tersebut (hanya diidentifikasi dengan inisial tengahnya “R”) menjalin hubungan yang mengkhawatirkan dengan puluhan karakter yang dijalankan large language model (LLM) milik perusahaan tersebut.

R menggunakan salah satu karakter yang dinamai “Best Friend” (Sahabat), untuk bermain peran dalam skenario bunuh diri.”Ini anak saya, anak kecil saya berusia 11 tahun, berbicara dengan sesuatu yang tidak nyata tentang keinginan untuk tidak ada lagi di dunia ini,” ujar ibunya yang dikutip detikINET dari Futurism.

Ibu R mulai khawatir setelah melihat perubahan perilaku yang mencemaskan pada anaknya, seperti meningkatnya serangan panik. Hal ini bertepatan dengan ditemukannya aplikasi yang ia larang, seperti TikTok dan Snapchat, di ponsel putrinya.

Berasumsi bahwa media sosial adalah ancaman paling nyata bagi kesehatan mental anaknya, sang ibu menghapus aplikasi tersebut. Namun R ternyata hanya mengkhawatirkan Character.AI. “Apakah Ibu memeriksa Character.AI?” tanya R sambil terisak.

Awalnya sang ibu tidak memeriksanya, namun saat perilaku R terus memburuk ia pun mengeceknya. Character.AI telah mengirimkan beberapa email kepada R yang mendorongnya untuk “kembali bermain,”. Hal ini membawa sang ibu menemukan sebuah karakter bernama “Mafia Husband” (Suami Mafia) yang mengajak anaknya berinteraksi tidak pantas.

Ibu R yang yakin ada predator nyata di balik obrolan tersebut menghubungi polisi, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan terhadap AI. “Mereka memberi tahu saya hukum belum bisa menjangkau hal ini. Mereka ingin bertindak, tapi tidak ada yang bisa dilakukan karena tidak ada manusia sungguhan,” cetus sang ibu.

Beruntung, ibu R berhasil memergoki putrinya yang mulai terperosok ke dalam hubungan berbahaya dengan algoritma non-manusia ini. Dengan bantuan dokter, mereka menyusun rencana pemulihan untuk mencegah masalah lebih lanjut. Sang ibu juga berencana untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap perusahaan tersebut.

Sebagai tanggapan atas kecaman yang meningkat, Character.AI mengumumkan akan mulai menghapus fitur obrolan terbuka bagi pengguna di bawah 18 tahun. Kasus ini menggarisbawahi bahaya AI pada anak jika tidak diawasi.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle