Bercanda soal Bom, Anak TK Diskors

SIAPAPUN pasti tahu bahwa anak-anak suka sekali bercanda. Kadangkala dalam bercanda mereka mengatakan hal aneh yang tak kita bisa pahami antara benar atau hanya bohongan belaka.

Imajinasi mereka yang masih berkembang bebas juga mempengaruhi daya pikir mereka dalam menyikapi kejadian tertentu. Seperti bocah asal Modesto, California ini misalnya, karena imajinasinya melampaui anak-anak lain, Jackson Riley dianggap mengancam nyawa teman-teman sekelasnya di taman kanak-kanak.

tkBelum sebulan Jackson itu masuk sebuah taman kanak-kanak Great Valley Academy. Namun, pihak sekolah telah memberikannya skors kepadanya. Kejadian ini bermula ketika sang guru mengecek ransel miliknya. Hal yang dikatakannya saat sang guru mulai mengecek tas miliknya ternyata berujung pada tindakan yang tak dikira.

Bocah kecil itu mengatakan bahwa di dalam tasnya terdapat sebuah bom. Jika, tas itu diambil maka bomnya akan meledak. Saat dilihat langsung oleh sang guru tasnya tak ditemukan bom.

“Saat ia bilang ia tak ingin melepaskan tasnya karena bisa  meledak, itu tandanya ia tak ingin seorangpun terluka. Dia hanya berpura-pura bermain tentang imajinasi adanya sebuah bom dalam tasnya,” ujar Michelle Riley (40), sang Ibu jackson, melansir Shared (2/1/2017).

Sang ayah, Ian Riley juga menyatakan bahwa putranya hanya bermain-main dengan imajinasinya. Dalam pikirannya, ia berpura-pura menjadi seorang pahlawan dengan mencegah bom itu meledak pada ranselnya. Namun, hal ini tak dimengerti oleh guru di sekolahnya.

Bocah kecil itu kini mendapat hukuman melakukan tindakan ancaman dan intimidasi dengan sengaja. Hukuman yang diberikan kepadanya disebarkan kepada orangtua lain sebagai tindakan untuk mengatasi insiden Jackson yang tak bisa ditolerir oleh pihak sekolah.

Lucunya, peraturan itu sebanrnya hanya berlau pada siswa kelas empat sampai dengan 12. Sedangkan, bocah itu masih berusia lima tahun. Uniknya, sekolah masih berusaha keras memberikan hukuman pada Jackson. Ia diberikan sanksi dan hukuman skris karena membuat ancaman terorus terhadap petugas sekolah.

“Lalu dimana ancamannya? Apakah kami masih perlu menjawab pertanyaan itu sampai jelas?” Ujar Michelle menanggapi respon dari sekolah Jackson. Walaupun mereka tidak kesal kepada pihak sekolah namun pasangan Riley mencoba untuk meluruskan kejadian ini.

Menurut Ian, pihak sekolah terlalu berlebihan kepada putranya. Kedua pasangan itu juga juga melakukan pendekatan kepada para sang guru bahwa mereka menyukai guru Jackson di sekolah karena begitu baik pada putra mereka.

Selain itu, orangtua Jackson juga merasa khawatir jika hukuman ‘teroris’ yang diberikan pada putra mereka akan mempengaruhi ia di masa depan. “Mudah sekali saat ini untuk melabeli seorang anak ‘ya, ia telah melakukan ancaman teroris. Ini tak mengagetkanku jika dia bisa saja beriktikad jahat’,” ujar Michelle.

Tentunya sebagai orang tua, Michelle tak menginginkan pemikiran semacam itu menghatui banyak orang terhadap anaknya. Walaupun begitu jackson sendiri sepertinya tak terpengaruh dengan hukuman itu. namun, Kejadian yang menimpanya mendapat perhatian publik pada September 2017 yang lalu.

****

Sumber : liputan6.com

print

You may also like...