Menu

Dark Mode
Ment LH Apresiasi Wartawan di Acara Korvey kebersamaan Tabligh Akbar, Momentum Pembinaan Akhlak dan Persaudaraan Insan Pers Apresiasi Turnamen Tenis Meja PWI Kota Bogor di Momen HPN 2026 Satukan Insan Pers, PWI Kota Bogor Gelar Turnamen Tenis Meja Preorder Tecno Camon 50 Dibuka, Bonus Menggoda & Bocoran Spek Duel 50 Menit! Lele Raksasa Nyaris 3 Meter Ditaklukkan

Kabar Lifestyle

Internet RI Makin Ngebut, Triasmitra Gelar Kabel Laut 400 Tbps

badge-check


					Foto: Ketrosden Triasmitra Perbesar

Foto: Ketrosden Triasmitra

Jakarta – Ketrosden Triasmitra, perusahaan penyelenggara kabel laut, telah menggelar Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 dengan rute Jakarta-Singapura. Proyek ini untuk memenuhi kebutuhan bandwidth di era digital.

SKKL Rising 8 membentang sepanjang 1.128,5 kilometer yang menghubungkan Jakarta-Batam-Singapura dengan menggunakan berbendera Indonesia, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari.

“Terkait teknologi, sistem kabel ini menggunakan repeater aktif dan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), teknologi ini telah digunakan sejak 2006 tanpa catatan kegagalan. Dan, umur sistem ini diperkirakan lebih dari 25 tahun,” ujar Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/1/2026).

Lebih lanjut, Titus menjelaskan SKKL Rising 8 ini dirancang untuk mendukung 16 fiber pairs. Kapasitas yang diharapkan lebih dari 25 Tbps per fiber pair, yang memungkinkan untuk mendukung implementasi awal 800 G per kanal. Sehingga, kapasitas sistem end-to-end mencapai lebih dari 400 Tbps untuk rute Jakarta-Singapura.

“Di mana dengan kapasitas yang besar ini dapat kami sampaikan dan kami klaim kabel Rising 8 memiliki kapasitas terbesar yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Sistem ini menggunakan kabel bawah laut berkualitas tinggi produksi Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW), Jerman, pabrik milik Prysmian Group yang telah berpengalaman lebih dari 125 tahun dalam pembuatan kabel bawah laut. Infrastruktur tersebut terintegrasi dengan 11 unit repeater berteknologi tinggi dari Alcatel Submarine Networks (ASN), Prancis,

Triasmitra menyebutkan proyek SKKL Rising 8 telah memperoleh seluruh perizinan yang dipersyaratkan dari instansi pemerintah terkait, khususnya Izin Lingkungan (AMDAL). Artinya, penggelaran kabel laut telah melalui kajian komprehensif terhadap aspek ekologi laut, keselamatan pelayaran, serta perlindungan kawasan pesisir dan biota laut, sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.

Triasmitra mengatakan proses pengerjaan SKKL Rising 8 sudah dilakukan sejak 13 Januari 2026 yang telah mencapai panjang 35 kilometer. Proyek kabel bawah laut ini ditargetkan rampung pada April 2026.

“Penggelaran yang dimulai sejak 13 Januari kemarin, maka diharapkan kabel ini akan tuntas dan siap beroperasi di April 2026,” kata Titus.

Penggelaran SKKL Rising 8, Triasmitra menggandeng Moratelindo. Proyek kabel bawah laut disebutkan menelan biaya sekitar USD 80 juta atau setara Rp 1,36 trilun.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Preorder Tecno Camon 50 Dibuka, Bonus Menggoda & Bocoran Spek

16 February 2026 - 19:03 WIB

Duel 50 Menit! Lele Raksasa Nyaris 3 Meter Ditaklukkan

16 February 2026 - 18:59 WIB

Hollywood Terancam Punah? AI China Bisa Buat Video Ultra Realistis

16 February 2026 - 18:55 WIB

Arsip Email Epstein Dirangkum Jadi Jikipedia, Akurat Nggak?

15 February 2026 - 21:01 WIB

Pengakuan Spotify: AI Ambil Alih Pengembangan Aplikasi

15 February 2026 - 20:57 WIB

Trending on Kabar Lifestyle