Menu

Dark Mode
OmniX AI Infomedia Dorong Respons Pelanggan Lebih Cepat Lintas Channel China Labrak Starlink di PBB, Sebut Satelit Elon Musk Jadi Ancaman Mengerikan! AI Mulai Menolak Dimatikan Transformasi Digital Desa Wisata Purwabakti Komdigi Ancam Blokir Grok AI dan X Terkait Konten Deepfake Asusila 200 Juta Data Pengguna Pornhub Dicuri Hacker, Dipakai untuk Pemerasan

Feature

Ini Upaya Dinkes Kota Bogor Cegah Kematian Ibu dan Bayi

badge-check


					Ini Upaya Dinkes Kota Bogor Cegah Kematian Ibu dan Bayi Perbesar

Kota Bogor- Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan dua indikator utama yang mencerminkan derajat kesehatan masyarakat serta keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.

Angka Kematian Ibu adalah jumlah kematian perempuan yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, atau dalam kurun waktu 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, yang disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan atau diperberat oleh kehamilan dan penanganannya.

Sementara itu, Angka Kematian Bayi menunjukkan jumlah kematian bayi berusia di bawah satu tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam periode tertentu.

Kedua indikator ini tidak hanya menggambarkan kondisi pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi cerminan kualitas sistem kesehatan, akses terhadap layanan medis, tingkat kesejahteraan, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi.

Menurunkan AKI dan AKB merupakan prioritas utama pembangunan kesehatan nasional dan daerah.

Keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi tidak hanya menunjukkan kemajuan sektor kesehatan, tetapi juga menggambarkan meningkatnya kualitas hidup, peran serta masyarakat, dan efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, angka kematian ibu dan bayi di Kota Bogor mengalami penurunan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 15 kasus kematian ibu, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 11 kasus.

Namun hingga September 2025, angka tersebut menurun menjadi 6 kasus. Kematian ibu paling banyak terjadi pada masa nifas (4 kasus) dan masa hamil (2 kasus).

Adapun penyebab utama kematian ibu tahun 2025 yaitu: Hipertensi dalam kehamilan sebanyak 3 kasus, Komplikasi non-obstetrik sebanyak 2 kasus, dan Perdarahan obstetrik sebanyak 1 kasus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Transformasi Digital Desa Wisata Purwabakti

7 January 2026 - 18:55 WIB

Penyerahan Bantuan Tempat Sampah Kepada Desa/ Kelurahan

4 December 2025 - 20:53 WIB

Wajah Baru Jalan Kolam Lele di Perbatasan 2 Kecamatan

30 November 2025 - 19:08 WIB

Bentuk Raperda Baru, DPRD Kota Bogor Dukung Capaian RPJMD 2025-2030

27 November 2025 - 23:29 WIB

Kota Bogor Pionir Kota Bebas Sampah

20 November 2025 - 14:48 WIB

Trending on Feature