Menu ✖

Dark Mode
Pakar UGM Minta RI Contoh Trik Singapura Sulap Sungai Kering Jadi Wisata Cuan Dilantik Jadi Kapolda DIY, Ini yang Akan Dilakukan Langgeng Soal Karhutla DIY Dilanda Kemarau Panjang, ini Pesan Pakar UGM Bukan Cuma GPS, Teknologi Ini Cegah Kecelakaan hingga Pangkas Biaya Red Fitness Ajak Anggota PWI Kota Bogor Jaga Kebugaran Evaluasi HUT Ke-270 Kota Jogja, DPRD DIY Minta Anggaran 2027 Harus Berpihak Rakyat

Kabar Lifestyle

Inggris: Tanpa Regulasi, Ancaman AI Setara Bom Hiroshima

badge-check


					Ilustrasi. Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper peringatkan potensi 
ancaman serius dari AI, setara dengan tragedi Hiroshima (Foto: 
istockphoto/Wasan Longthara)
Perbesar

Ilustrasi. Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper peringatkan potensi ancaman serius dari AI, setara dengan tragedi Hiroshima (Foto: istockphoto/Wasan Longthara)

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengungkap kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi menimbulkan ancaman serius di masa depan untuk manusia, bahkan setara dengan tragedi bom atom Hiroshima. Menurutnya, hal ini mungkin saja terjadi jika negara-negara tidak bersepakat dalam membatasi perkembangannya.

Cooper mendesak negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat (AS) dan China, untuk menyepakati regulasi internasional terkait perkembangan AI. Ia meyakini bahwa isu ini akan mendominasi kebijakan luar negeri global selama dua tahun ke depan.

Melansir The Guardian, Minggu (5/7), dalam sebuah esai terbarunya, Cooper menyebut bahwa dunia sekarang ini sedang berada dalam fase yang berbahaya. Ia bahkan menyamakan kesepakatan internasional terkait nuklir dengan regulasi mengenai AI.

“Terkait nuklir, kesepakatan internasional baru tercapai setelah dunia menyaksikan sendiri daya hancur yang mengerikan dari teknologi tersebut di Hiroshima, dan mulai mempertanyakan apa yang akan terjadi jika teknologi itu jatuh ke tangan yang salah,” kata Cooper dalam tulisan yang diterbitkan oleh Chatham House.

“Kita tidak boleh egois dan menunggu sampai muncul ‘tragedi Hiroshima’ versi AI sebelum kita mulai bertindak,” lanjut dia.

Saat dikonfirmasi terpisah oleh The Guardian, Cooper mengatakan bahwa di seluruh dunia, masyarakat merasakan hal yang sama, yakni risiko AI yang sangat besar. Menurut dia, meski potensi AI luar biasa, potensi risiko juga harus menjadi pertimbangan.

Menurutnya, para aktor jahat siap menggunakan teknologi tersebut untuk menyerang, baik itu kelompok kriminal yang didukung negara, organisasi sejenis, hingga kelompok ekstremis dan teroris.

“Saya rasa AI akan menjadi isu kebijakan luar negeri paling dominan yang harus kita hadapi dalam dua tahun ke depan,” tuturnya.

Cooper mengidentifikasi AI sebagai salah satu dari sekian ancaman terhadap keamanan global saat ini.

Triliuner Elon Musk juga sempat bicara mengenai risiko dan bahaya AI untuk umat manusia. Pada tahun 2023, Musk menggambarkan AI sebagai salah satu ancaman terbesar bagi umat manusia.

“Maksud saya, untuk pertama kalinya, kita menghadapi situasi ketika ada sesuatu yang jauh lebih pintar daripada manusia terpintar,” tutur Musk, yang juga salah satu pendiri perusahaan OpenAI, pengembang ChatGPT.

“Jadi, tahukah Anda, kita tidak lebih kuat atau lebih cepat dari makhluk lain, tapi kita lebih cerdas. Dan di sinilah kita, untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, dengan sesuatu yang jauh lebih cerdas dari kita,” lanjutnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bukan Cuma GPS, Teknologi Ini Cegah Kecelakaan hingga Pangkas Biaya

9 October 2026 - 19:14 WIB

Menampakkan Diri Setelah 150 Tahun, Ular Langka Kejutkan Petugas Hutan

8 October 2026 - 19:46 WIB

Ramai Tren Mukbang Mentega di TikTok, Ini Kata Pakar

8 October 2026 - 19:44 WIB

Viral Celana Dalam Merah Putih, Netizen RI Murka ke Warga Malaysia

8 October 2026 - 19:41 WIB

Tak Setuju AI Direm, Komdigi Dorong Safety by Design

8 October 2026 - 19:36 WIB

Trending on Kabar Lifestyle