Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons seruan untuk memperlambat riset kecerdasan buatan (AI) yang digaungkan sejumlah bos perusahaan AI dan menyebut pentingnya rancangan keamanan pada teknologi ini.
“Indonesia amat setuju, bukan dengan perlambatan AI, tapi bagaimana melakukan safety by design untuk AI dengan lebih hati-hati,” kata Menkomdigi Meutya Hafid di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu (7/10).

“Jadi yang ada bukan perlambatan, tapi yang sekarang itu bablas,” imbuhnya.
Ia mengutip pendapat sejumlah pakar yang menyoroti bagaimana teknologi AI saat ini tidak membawa “safety by design” yang mencukupi.
Menurut Meutya, kita perlu memberi waktu yang sepantasnya terhadap teknologi yang canggih, tetapi tidak boleh dilakukan tanpa proses mitigasi yang benar.
“Mungkin bukan perlambatan, tapi Indonesia termasuk negara yang mendorong agar AI, inovasi di dalam AI, dilakukan dengan lebih hati-hati dan safety by design,” jelas.
Sebelumnya, CEO Anthropic Dario Amodei meminta perusahaan AI memperlambat peningkatan kemampuan model.
Seruan tersebut muncul setelah sejumlah peneliti memperingatkan adanya risiko eksistensial dari perkembangan AI.
CEO OpenAI Sam Altman dan pemilik xAI Elon Musk kemudian secara terbuka mendukung seruan Amodei.
Namun, ada juga sejumlah pihak yang tak sependapat dengan seruan tersebut, salah satunya CEO Meta Mark Zuckerberg.
Menurut Zuckerberg, persaingan dan potensi tanggung jawab hukum sudah memberi cukup insentif bagi perusahaan AI untuk menjaga keamanan sistem mereka masing-masing.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya juga mengecilkan kekhawatiran terhadap potensi bahaya AI, bahkan menyebutnya sebagai hoaks.
Trump mengatakan AS sudah memiliki sejumlah pembatas atau guardrails untuk teknologi tersebut dan memperingatkan bahwa keraguan terhadap pengembangan AI justru bisa menguntungkan China.
Pandangan regulasi berlebihan dapat menghambat daya saing perusahaan AS juga disampaikan sejumlah eksekutif teknologi, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang.
Sumber: cnnindonesia.com














