Ingatkan Prokes tanpa Ekses

Cara Unik Komandan Penegak Perda Tegakkan Aturan PPKM Darurat

Angka positif kasus covid 19 di Kota Bogor masih belum landai, meski himbauan terus dilakukan Pemerintah Kota Bogor kepada masyarakat. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sejak 1 Juli hingga 20 Juli 2021, hanya mampu menekan jumlah mobilitas warga di jalanan saja. Sementara angka kasus covid belum berubah signifikan. Masih banyaknya warga yang kurang paham PPKM darurat menjadi salahsatu penyebab masih adanya kerumunan.

Penindakan terhadap warga  terutama kepada pedagang/pengusaha makanan yang melanggar, ternyata belum bisa memberikan efek jera kepada yang lain. Melihat kondisi tersebut, Kasatpol PP Kota Bogor Agustiansyah melakukan terobosan yang layak diacungi jempol, bahkan tanpa ekses.

Ketika pedagang kaki lima pemilik toko maupun pemilik cafe masih buka menjelang pembatasan operasional selama PPKM darurat, Kasatpol PP Kota Bogor ini memilih cara humanis yang membuat pedagang kaki lima dan lain lain secara sukarela menutup usahanya.

Humanis menjadi pilihan tepat yang dilakukan Agustiansyah. Sambil membawa paket sembako dan diberikannya kepada pedagang, Kasatpol PP ini mengingatkan warga agar segera menghentikan aktivitas jualannya  dikarenakan telah habis jam operasionalnya sesuai aturan PPKM darurat.

“Saya hanya mengingatkan saja, bahwa kasus covid di Kota Bogor masih tinggi. Lebih baik diam di rumah jika memang tidak ada keperluan mendesak. Bagi pedagang bisa melakukan aktivitas sampai jam yang ditentukan,” ujar Agus.

Selain mengingatkan jam operasional, Agus juga selalu mewajibkan pedagang maupun pengusaha agar selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di lingkungan tempat melaksanakan aktivitas usahanya. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan covid di masyarakat yang bertransaksi di tempat usahanya.

“Dalam kondisi pandemi saat ini, perekonomian masyarakat menurun. Kasihan jika mereka baru mau usaha, sudah kita suruh tutup. Untuk itu saya tetap mengingatkan bahwa jam operasional sampai jam 08.00 malam dan tidak boleh melayani makan di tempat. Alhamdulillah semua paham,” katanya.

Pendekatan secara humanis dan persuasif ternyata memberikan hasil yang maksimal, sejumlah pedagang memilih menutup oeprasional jam usahanya pada pukul 08.00 malam sesuai aturan. Hal itu dilakukan pedagang sebagai bentuk mendukung usaha pemerintah dalam memerangi penularan covid 19 di Kota Bogor.

Iwan, salah satu pedagang makanan yang biasa menjalankan usahanya di Jalan Suryakancana Bogor mengaku sempat kaget ketika tempat usahanya didatangi sejumlah petugas Satpol PP Kota Bogor. Sempat mengira akan ada penertiban tempat usahanya, namun ternyata petugas malah memberikan paket sembako.

“Sempat kaget, padahal saya pake masker. Ternyata bukan penertiban pedagang, tapi mengingatkan kami agar tidak melebih jam operasional selama PPKM darurat dan tetap menerapkan prokes. Juga dilarang melayani makan di tempat,” ujar Iwan.

Apa yang dilakukan Kasatpol PP, lanjut Iwan, patut dihargai. Di zaman seperti saat ini sulit mendapatkan perlakuan baik. “Kami jadi malu dengan sikap pa pol pp tadi. Kami patuhi aturannya,” katanya.*

Berdasarkan data Satgas Covid 19 Kota Bogor, selama penerapan PPKM Darurat, angka mobilitas warga Kota Bogor menurun. Hal ini berdampak pada jumlah kasus positif covid di Kota Bogor yang mulai melandai.

Penulis pratama

Editor Herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *