Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

Induk ChatGPT Mau Bikin Media Sosial Bebas Bot

badge-check


					Foto: Getty Images/iStockphoto/12963734 Perbesar

Foto: Getty Images/iStockphoto/12963734

Jakarta – Setelah mendominasi sektor AI dengan ChatGPT, OpenAI kabarnya sedang mengembangkan platform media sosial baru. Berbeda dengan media sosial pada umumnya, platform buatan OpenAI disebut akan bebas dari akun bot.

Menurut laporan Forbes berdasarkan informasi dari sumber yang familiar, OpenAI sedang menggarap media sosial khusus yang hanya mengizinkan pengguna manusia dan tidak menerima akun bot.

Untuk membuktikan pemilik akun benar-benar manusia, OpenAI akan meminta pengguna untuk memberikan ‘bukti identitas’ lewat pemindaian biometrik menggunakan Face ID atau World Orb.

World Orb merupakan alat seukuran melon yang dapat memindai bola mata dan menggunakan iris mata seseorang untuk menghasilkan ID unik yang dapat diverifikasi. Alat ini dioperasikan oleh Tools for Humanity, perusahaan yang didirikan oleh CEO OpenAI Sam Altman.

Verifikasi biometrik dapat memastikan semua akun di media sosial OpenAI dipegang oleh manusia sungguhan di baliknya. Meskipun platform lain seperti Instagram dan Facebook juga memverifikasi identitas, biasanya hanya lewat verifikasi via email atau nomor telepon.

Namun, verifikasi identitas menggunakan biometrik menjadi sorotan pegiat privasi. Verifikasi biometrik seperti yang dilakukan World tidak dapat diubah dan dapat menyebabkan berbagai kekacauan jika jatuh ke tangan yang salah.

Saat ini platform media sosial tersebut masih dalam tahap pengembangan awal. Aplikasi ini dikembangkan oleh tim yang ukurannya sangat kecil, beranggotakan kurang dari 10 orang, seperti dikutip dari Forbes, Selasa (3/2/2026).

Belum diketahui bagaimana aplikasi media sosial ini akan melengkapi portofolio produk OpenAI yang sudah ada, tapi sumber Forbes mengatakan pengguna aplikasi ini dapat menggunakan AI untuk membuat konten video atau gambar.

Altman sudah menyoroti aktivitas bot yang semakin merajalela di internet. Pria yang sudah menjadi pengguna setia Twitter/X sejak tahun 2008 ini bahkan pernah mengungkit ‘dead internet theory’, sebuah teori konspirasi yang mengklaim internet sudah mati dan semua konten yang ada di dalamnya dibuat oleh bot AI.

“Saya tidak pernah menganggap serius dead internet theory, tapi tampaknya sekarang memang ada banyak akun Twitter yang dijalankan oleh LLM,” tulis Altman dalam cuitan di X yang diunggah pada September 2025.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle