Menu

Dark Mode
Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN Pemkot Ajak Konsistensi Jaga Kebersihan Kota Bogor April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras? Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

Kabar Lifestyle

Indonesia Bakal Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang, Apa Tujuannya?

badge-check


					Ilustrasi. Indonesia meminjamkan komodo ke Jepang untuk program breeding loan. Sebagai imbalan, Jepang akan mengirimkan jerapah dan panda merah ke Indonesia. (Foto: AFP/ROMEO GACAD) Perbesar

Ilustrasi. Indonesia meminjamkan komodo ke Jepang untuk program breeding loan. Sebagai imbalan, Jepang akan mengirimkan jerapah dan panda merah ke Indonesia. (Foto: AFP/ROMEO GACAD)

Indonesia bakal meminjamkan sepasang komodo ke Jepang untuk beranak pinak. Sebagai imbalannya, Jepang bakal mengirimkan satwa eksotis favorit publik, seperti jerapah dan panda merah ke Indonesia.

Ini merupakan kesepakatan antara Kementerian Kehutanan RI bersama Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang. Kedua pihak sepakat bekerjasama dalam perlindungan dan konservasi satwa liar, dengan fokus pada program breeding loan komodo (Varanus komodoensis).

Kesepakatan itu tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Menhut Raja Juli Antoni dan Gubernur Prefektur Shizuoka Yasutomo Suzuki.

“Kerja sama ini bukan sekadar pertukaran satwa, melainkan bagian dari Diplomasi Hijau (Green Diplomacy) komitmen jangka panjang Indonesia dalam menjaga warisan biodiversitas dunia,” kata Raja Juli dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3).

Ia menekankan bahwa program breeding loan juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat edukasi publik dan meningkatkan kesadaran internasional terhadap pentingnya konservasi.

Lebih lanjut, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui perjanjian implementasi antara lembaga konservasi di Indonesia dan Prefektur Shizuoka, yaitu antara iZoo dan Kebun Binatang Surabaya, termasuk pengaturan teknis terkait pemeliharaan, transportasi, serta pengawasan satwa.

Kemenhut menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan program akan dilakukan secara hati-hati, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional maupun standar internasional.

“Melalui kemitraan ini, Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kepemimpinan global di bidang konservasi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat diplomasi lingkungan sebagai bagian dari kontribusi terhadap keberlanjutan alam di tingkat nasional dan global,” lanjut dia.

Penandatanganan MoU ini menjadi salah satu program memperkuat hubungan Indonesia-Jepang dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Kaisar Naruhito dan Perdana Menteri Sanae Takaichi guna mempererat hubungan bilateral antara kedua negara.

Stasiun TV Shizuoka di Jepang melaporkan bahwa kedua ekor naga tersebut akan tiba paling cepat pada bulan Juni untuk program pembiakan. Komodo tersebut akan dikirim setelah perjanjian antarperusahaan ditandatangani oleh kebun binatang di Indonesia dan Jepang.

Kelompok pembela hak-hak hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) mengkritik perjanjian tersebut. Menurut mereka, komodo tidak boleh diperlakukan sebagai “alat tawar-menawar diplomatik”.

“Mengirim hewan-hewan yang sangat cerdas ini ke luar negeri untuk program pembiakan di penangkaran hanya memperkuat mitos berbahaya bahwa konservasi dapat dilakukan di balik tembok kebun binatang,” kata Presiden PETA Asia Jason Baker, melansir Reuters.

“Sementara anak-anak yang lahir di sana akan terpaksa menjalani hidup dalam kurungan seumur hidup,” kata

Ia menegaskan bahwa naga-naga tersebut seharusnya tetap berada di habitat aslinya.

Menurut data pemerintah, Indonesia menjadi habitat bagi lebih dari 3.000 ekor komodo. Reptil ini merupakan kadal terbesar di dunia, dengan panjang yang bisa mencapai sekitar 3 meter.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras?

7 April 2026 - 12:37 WIB

Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran

7 April 2026 - 12:33 WIB

Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar

7 April 2026 - 12:28 WIB

Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

7 April 2026 - 12:25 WIB

Steam Hapus Rating IGRS yang Jadi Polemik di Medsos

7 April 2026 - 12:20 WIB

Trending on Kabar Lifestyle