Dukungan penutupan tempat hiburan malam (THM) Terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebelumnya dukungan datang dari ulama, kali ini dukungan datang dari elemen mahasiswa dan kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor.
Menurut Ketua HMI Kota Bogor, Saepul Wahyudin Putra, HMI sepakat dengan sikap Bima Arya dalam menutup diskotek yang selama ini dinilai banyak menimbulkan masalah, mulai dari merusak moral hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

“Kami sepakat dengan menutup kedua diskotek itu. Keduanya selalu masuk ke dalam ranah-ranah yang negatif. Sampai terakhir ada kasus penembakan,” ujar Saepul disela pelantikan pengurus HMI Cabang Kota Bogor di Balaikota, Rabu (31/1/2018).
HMI lanjutnya, siap mengawal kebijakan tersebut sebagai bentuk dukungan untuk Bima Arya. “Kami menyetujui keputusan Bima Arya itu dan akan kami kawal sampai tutup. Bima Arya dengan tegas menindak para pengusaha nakal yang berani membuka usaha tanpa izin. Saya berharap, tidak hanya tempat hiburan, tapi bangunan-bangunan lain yang tanpa izin juga harus ditindak,” tegasnya.
Sementara itu Walikota Bogor Bima Arya meminta kader HMI untuk terus transformatif dan tidak terjebak dalam pragmatisme sesaat. “Sejatinya fungsi dari teman-teman mahasiswa ini adalah sebagai moral guidance atau penjaga moral dan sebagai kekuatan kritis. Makanya, saya berikan ruang untuk memberikan kritik dan lain sebagainya,” kata Bima.
Bima juga mengajak para kader HMI untuk bersama-sama berkontribusi melawan LGBT, miras, prostitusi, HIV/AIDS, pengangguran hingga kemiskinan di Kota Bogor.
“Kontribusi mahasiswa sangat penting. Jangan sampai kita habis energi untuk mengurusi sesuatu yang sudah jelas, sementara yang membahayakan kita sudah mengancam di depan mata. Insya Allah dengan bersama-sama berkolaborasi kita sama-sama bisa menuntaskan itu semua,” pungkasnya.
Reporterpratama













