Kota Bogor- Malam ini Kota Bogor bakal diramaikan dengan alunan musik Jazz, bertajuk Jazz Hujan. Dengan mengusung konsep intimate experience, acara ini menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat dan personal, di mana musik menjadi medium untuk mempererat hubungan emosional antara musisi dan penonton. Terlebih kehadiran Indra Lesman, menambahkan kemeriahan jazz hujan yang digelar di FullyBelly, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim, jazz hujan bukan hanya tentang pertunjukan musik, tetapi juga tentang bagaimana sebuah acara budaya mampu menjadi pengungkit ekonomi kreatif.
“Kami ingin musik menjadi ruang bertemunya seniman, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat, sehingga tercipta dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan. Kami berharap jazz hujan dapat berkembang menjadi event tahunan yang menjadi kebanggaan Kota Bogor,” kata Dedie.
Sementara itu menurut Ketua Pelaksana sekaligus Promotor Dinna Fajrina, Jazz hujan yang merupakan sebuah inisiatif Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dan Ibu Yantie Rachim ini, bertujuan menghadirkan ruang budaya berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan sektor seni dan ekonomi kreatif di Kota Bogor.
“Acara ini diharapkan dapat tumbuh menjadi event ikonik tahunan Kota Bogor yang dinanti oleh masyarakat luas,” kata Dinna.
Dinna menambahkan, konsep intimate yang menjadi ruh utama jazz hujan, bukan sekadar soal jarak antara musisi dan penonton. Ini tentang kedekatan emosional, bagaimana penonton merasa nyaman, diterima, dan benar-benar terhubung dengan musik yang disajikan.
“Kami ingin suasana yang tercipta terasa hangat dan personal, seperti berkumpul di rumah sendiri sambil menikmati musik dengan tenang. Nilai keintiman ini diterjemahkan secara menyeluruh oleh seluruh tim penyelenggara—mulai dari
petugas keamanan, usher, hingga Liaison Officer (LO)—dalam setiap interaksi dengan penonton, sehingga pengalaman jazz hujan terasa utuh, baik di atas maupun di luar panggung,” ujarnya.

Artis pendukung jazz hujan. (foto: ist)
Acara ini lanjutnya, juga menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum Idang Rasjidi, tokoh penting dalam perjalanan jazz Indonesia, sekaligus upaya menghidupkan kembali marwah jazz di Kota Bogor.

Menurut penasihat Jazz hujan, Harlan Bengardi, Kota Bogor memiliki karakter yang sangat selaras dengan semangat jazz dan konsep keintiman yang diusung acara ini.
“Bogor adalah kota yang guyub, hangat, dan romantis. Warganya punya tradisi berkumpul, saling menyapa, dan menikmati kebersamaan—nilai-nilai yang sangat dekat dengan ruh jazz. Jazz hujan hadir bukan sekadar sebagai konser, tetapi sebagai ruang temu budaya, di mana musik menjadi jembatan antara manusia, kota, dan kenangan,” kata Harlan.
Menurutnya, kehadiran Jazz hujan berpotensi memperkuat identitas Bogor sebagai kota budaya sekaligus ruang tumbuh bagi komunitas musik dan seni.
Acara musik jazz hujan yang pertama kali digelar di Kota Bogor ini menghadirkan jajaran musisi dan penampil lintas generasi yang merepresentasikan kekayaan dan keberagaman musik jazz serta seni pertunjukan Indonesia. Mulai dari Indra Lesmana, Eva Celia, Chandra Darusman, Rafli Pradanto, Camone Sun, Agung Zulhen Trio, INFINTY, Aira, Serella Dance dan lain-lain. Rheynaldhi














