Menu

Dark Mode
Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi, Pemkot Bogor Teken Perjanjian Layanan Publik Makin Mudah, Imigrasi dan Dukcapil Buka Layanan di PWI Kota Bogor Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

Kabar Lifestyle

Google Tantang Pengguna Temukan “Kutu” di Gemini, Hadiahnya Ratusan Juta Rupiah

badge-check


					Ilustrasi logo Google Gemini.(Foto: TheVerge) Perbesar

Ilustrasi logo Google Gemini.(Foto: TheVerge)

Google membuat program berburu bug atau kutu dalam produk berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

Program ini diumumkan Google lewat situs web Bug Hunters pada Senin (6/10/2025). Dalam pengumuman tersebut, Google mengatakan, bug AI yang diincar dalam program ini mencakup tindakan jahat yang memanfaatkan AI seperti Gemini. 

Lebih spesifik, Google mendefinisikan bug AI sebagai masalah pada model dan sistem AI generatif yang berdampak pada kerusakan atau dapat disalahgunakan penjahat.  

Praktik memodifikasi akun atau data seseorang untuk mengancam keamanan hingga melakukan tindakan ilegal yang melibatkan AI, juga dinilai Google sebagai bug AI. 

Misalnya, menyuntikkan perintah AI yang secara tidak langsung membuat Google Home membuka kunci pintu. Contoh lainnya, memberikan perintah eksfiltrasi data (praktik pencurian data) yang menghimpun semua e-mail seseorang dan mengirimkan ringkasannya ke akun tertentu.

Seperti program berburu bug lainnya, Google juga menawarkan hadiah menarik bagi mereka yang berhasil mengidentifikasi bug AI.

Menurut posting Google di situs Bug Hunters, tersedia hadiah hingga 20.000 dollar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp 331 juta. Mereka yang berhasil menemukan bug juga bisa melipatgandakan hadiahnya hingga total 30.000 dollar AS (sekitar Rp 497 juta). 

Dalam program ini, Google mengklasifikasikan bug AI dalam tiga kategori yaitu flagship, standar, dan lainnya.

Kategori flagship yaitu bug AI yang ditemukan dalam produk utama Google, mencakup Search, aplikasi Gemini, serta aplikasi utama Workspace seperti Gmail, Drive, Meet, Docs, dll. 

Mereka yang menemukan bug AI kategori flagship lah, yang bisa mendapatkan hadiah hingga setengah miliar rupiah tadi. 

Bug AI yang ditemukan pada produk seperti AI Studio, Jules hingga aplikasi Workspace lainnya (NotebookLM, Appsheet, dll) dikategorikan sebagai bug standar dengan hadiah hingga 15.000 dollar AS (sekitar Rp 248 juta).

Sementara itu bug AI kategori lainnya yaitu bug yang ditemukan pada produk Google lainnya selain pada dua kategori tadi. 

Adapun program berburu bug AI berhadiah ini merupakan kedua kalinya bagi Google. Program pertama dirilis pada Oktober 2023 dengan hadiah tersalurkan sebesar 430.000 dollar AS (sekitar Rp 7,1 miliar) untuk para pemburu bug AI, dihimpun KompasTekno dari situs Google Bug Hunters, Selasa (7/10/2025). 

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein

4 February 2026 - 13:19 WIB

Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek

4 February 2026 - 13:16 WIB

Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya

4 February 2026 - 13:14 WIB

Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

4 February 2026 - 13:11 WIB

Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter

3 February 2026 - 11:47 WIB

Trending on Kabar Lifestyle