Gencar Sosialisasikan Simotip Sampai ke Tingkat RT

Aplikasi Sistem Informasi Mobile Tirta Pa­kuan (SIMOTIP) terus disosialisasikan hingga ke tingkat RT/RW. Hal tersebut menurut Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan, agar masyarakat lebih mudah dalam menginformasikan keluhan, gangguan kebocoran dan informasi tagihan tanpa harus datang ke loket.

“Dengan aplikasi ini pelanggan dapat makin mudah mendapatkan informasi seputar Tirta Pakuan,” kata Rino di Masjid Jami Al Ma’muri, RT01, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah.

Rino menyebut Simotip menjadi solusi pelayanan pelanggan di era digital ini. Sebab, pelanggan bisa menyampaikan keluhan, cek tagihan hingga lapor meter mandiri dari rumah.

“Ibu-ibu kalau ingin tahu jumlah tagihan air bulan ini berapa, tidak perlu tanya sana-sini. Tinggal cek saja di Simotip, bisa tertera kok. Mudah sekali. Begitu pula untuk pembacaan meter air. Pelanggan bisa melaporkan angka stand meter sendiri, sehingga memudahkan petugas Pembaca Meter Tirta Pakuan dalam mengkalkulasikan angka,” kata Rino.

“Mungkin ada ibu-ibu yang heran, kok tagihan saya melonjak dari biasanya. Setelah dicek di sistem kami, ternyata meter airnya tidak bisa dicatat petugas karena rumah terkunci. Nah lapor stand meter mandiri melalui Simotip adalah solusinya. Tinggal foto angka stand meternya, masukan nomor pelanggan. Kirim. Selesai,” sambung dia.

Menurut Rino, dunia digital sudah masuk ke seluruh sendi-sendi kehidupan. Sejurus dengan itu, Perumda Tirta Pakuan terus berinovasi meningkatkan pelayanan air bersih dengan peggunaan teknologi informasi yang terus berkembang  pesat. Sistem layanan tatap muka secara bertahap akan berkurang dan bertransformasi menjadi layanan digital.

“Ke depan mungkin tidak ada lagi sistem pelayanan tatap muka seperti saat ini. Orang tidak perlu lagi bayar air di loket atau ATM. Kalau mau bayar air atau lapor air mati, orang-orang tinggal rebahan di rumah, buka smartphone nya. Kirim pake Simotip, selesai. Jadi Simotip adalah solusi layanan Tirta Pakuan saat ini dan masa yang akan datang,” tandas Rino.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi yang hadir dalam pertemuan tersebut mengapresiasi upaya direksi Tirta Pakuan, untuk mendekatkan diri dengan pelanggan. 

Melalui Temu Pelanggan, ujar legislator dapil Tanahsareal ini, direksi dapat mendengar langsung permasalahan layanan air bersih di suatu wilayah dan ditetapkan solusinya secara terukur.

“Kegiatan Temu Pelanggan ini bisa menjadi menjadi komunikasi dua arah antara Tirta Pakuan dengan pelanggan. Jadi setiap persoalan, bisa diselesaikan secara cepat,” kata Kiwong, sapaan akrabnya.
Dewan, kata Kiwong, selalu mendukung program-program pelayanan air bersih Tirta Pakuan. 

“Sebagai mitra kerja, Komisi II selalu mendukung langkah-langkah Tirta Pakuan untuk menyediakan air bersih kepada warga Kota Bogor,” ujar dia.

Sebagai perusahaan, Tirta Pakuan juga dituntut mencari keuntungan. Namun keuntungan itu harus dikembalikan lagi ke masyarakat.

Untuk meningkatkan pelayanan air bersih di wilayah Kel Kencana dan sekitarnya,  politisi PPP ini mengusulkan pembangunan reservoir di wilayah Tanahsareal.

“Saya berharap ada reservoir di Tanahsareal seperti yang ada di Bogor Barat (Jabaru),” sarannya.

rls

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *