Menu

Dark Mode
Polemik Studio Game RI Mau Hengkang Karena Pajak dan Responsnya Ilmuwan Top Amerika Tewas Ditembak, Dunia Sains Berduka Indosat Rilis HiFi Air, Internet Rumah yang Bisa Dibawa Mudik Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Ini Daerah Berpotensi Terdampak Hentikan Pemborosan Anggaran, Pemerintah Tertibkan Belanja TIK Eliminasi TBC 2030 : Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi

Kabar Bogor

Gara-gara Double Track, Warga Sinar Sari Ngadu ke LBH 1201

badge-check


					lbh-1201 Perbesar

lbh-1201

Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) 1201 didatangi sejumlah warga Kampung Sinar Sari RT07 RW04, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (2/11/2021) sore. Warga datang untuk mengadukan nasib mereka  pasca bencana tanah longsor di area proyek double track atau jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi.

Menurut Ketua RW04 Ahmad Yani, bencana tanah longsor yang terjadi dua bulan lalu di Kampung Sinar Sari, menyebabkanempat rumah warga yang dihuni 20 jiwa jadi korban.

“Pada tanggal 8 September 2021 pukul 16.00 WIB, kondisi hujan deras, tiba-tiba tanah longsor. Panel dari proyek PT KAI sebagian roboh, dan longsorannya menimpa rumah warga kami sebanyak empat rumah,” kata Ahmad.

Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa lanjuta Ahmad, namun ke empat rumah mengalami kerusakan. Termasuk kerusakan pada beberapa barang rumah tangga milik warga.

“Kami sudah menindaklanjuti kejadian itu ke berbagai pihak, terutama kelurahan dan kecamatan. Termasuk ke pelaksana pekerjaan,” tambahnya.


Baca juga: Pipa Perumda Tirta Pakuan Masih Terancam Proyek Double Track


Ahmad menambahkan, dirinya sempat melakukan upaya mediasi antara warga dengan pihak pelaksana pekerjaan. Dan  perwakilan pelaksana pekerjaan berjanji akan mengganti, namun samapai saat ini belum terealisasikan.

“Kami sudah mediasi, ada perwakilan pelaksana. Kami inventarisasi kerusakan-kerusakan tersebut, dan mereka berjanji akan segera mengganti. Tapi sampai bulan ini belum ada kabar. Hingga akhirnya warga mengadu” katanya.

Dalam kondisi musim hujan ini, lanjutnya, warga khawatir akan terjadi longsor kembali. Terlebih tidak ada langkah antisipasi dari pihak pembangun rel ganda.

“Kami tidak tenang, apalagi kondisi hujan. Mudah-mudahan ada solusi untuk warga kami, kami memohon bantuan kepada LBH 1201,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kuasa Hukum Warga, Sastra Sri Rezeki Manurung mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti pengaduan kliennya. Pihaknya akan melakukan kajian dengan terjun langsung ke lokasi sebagai langkah awal untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami sudah terima, dicatat semuanya, dan akan segera kita kaji, jadi belum bisa bicara langkah-langkah. Intinya kita di sini ada untuk masyarakat, kalau kita memang benar pasti kita bela, apapun itu tuntutannya,” tegas Sastra.

Hal senada dikatakan kuasa hukum lainnya, Rianto Simanjuntak, warga diminta tetap tenang dan mempercayakan hal ini kepada LBH 1201, sehingga dapat dilakukan langkah tegas dan kongkrit.

“Kami akan mengambil langkah tegas dan kongkrit, karena ini kepentingan masyarakat. Kasihan masyarakat tidak tenang   tidur, terlebih kondisi musim hujan ini. Saya sudah mengecek langsung ke lokasi, ternyata sangat mengkhawatirkan. Kami siap dampingi warga hingga tuntas,” pungkasnya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pulang Kampung Tanpa Biaya, Pemkab Bogor Buka Layanan Mudik Gratis

25 February 2026 - 13:33 WIB

Empat BUMD Dievaluasi, Bupati Bogor Siapkan Tim Pansel Calon Direksi

25 February 2026 - 12:46 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Diproyeksikan Jadi Pusat Perniagaan Bogor Timur dan Tengah

22 February 2026 - 15:15 WIB

BiiFest 2026 Digelar 10 Hari, Hadirkan MTQ hingga Dakwah Digital di Medsos

20 February 2026 - 20:29 WIB

Urai Kemacetan, Dishub Kota Bogor Lakukan Penindakan Hukum

19 February 2026 - 14:51 WIB

Trending on Kabar Bogor