Pipa Perumda Tirta Pakuan Masih Terancam Proyek Double Track

Perbaikan pipa transmisi air baku 1.000 mili meter (mm) di jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng dipastikan selesai,  namun normalisasi harus menunggu satu hingga dua ke depan. demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan.

“Pipa bocor transmisi air baku 1.000 mili meter (mm) di jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng berawal dari adanya pengerjaan eskavator proyek double track, saat pengerjaan ada material batu menimpa air valve yang berfungsi untuk mengeluarkan angin di dalam punggungan pipa,” kata Rino didampingi Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf dan Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor H.Rivelino Rizky di lokasi.

Rino menjelaskan, saat pipa dalam perbaikan, kemarin memakai pipa sebelahnya dengan kapasitas 700 liter perdetik. Setelah dicek, pengaliran air Kota Bogor lumpuh, tercatat ada 70 ribu pelanggan yang terdampak.

“Kami siapkan 27 mobil tangki. Dengan kapasitas satu mobil empat hingga lima meter kubik. Tetapi karena banyak yang meminta air, kami tidak bisa melayani semua karena keterbatasan armada. Ya, kami rencanakan sore ini bisa finishing dan besok akan digarap ke daerah kecil pengaliran airnya, saat ini pipa besar sudah mengalir. Prediksi kami satu sampai dua hari kedepan normal. Dalam perbaikan ini saya mengumpulkan direktorat teknik dan pengerjaan dibawah tanggung jawab Dirtek,” jelasnya.

Rino mengaku masih khawatir, lantaran masih ada 400 meter pipa yang rawan terdampak proyek double track, untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk dilakukan penguatan. Total sekitar 1,6 kilometer pipa Perumda Tirta Pakuan yang bersinggungan atau kritis dengan proyek double track.

“Kami saat ini masih berfikir air mengalir, untuk berhitung penggantian dari pihak kontraktor pelaksana double track, belum dihitung. Kami nanti berhitung berapa jumlah effort yang dikeluarkan dan berapa jumlah air dikeluarkan. Dampak sosial yang paling mengena, 70 pelanggan mengamuk,” pungkasnya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

print

You may also like...