Menu

Dark Mode
BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah Jadwal MPL ID S17 Week 4: RRQ Hoshi Vs Evos HUAWEI Mate 80 Pro Kembali, Juara Kamera dan Ketangguhan Sudah Ada Pura 80 Pro, Apa Alasan Huawei Bawa Mate 80 Pro ke RI?

Kabar Bogor

Emil Jadi Saksi Wisuda Sekolah Ibu

badge-check


					Emil Jadi Saksi Wisuda Sekolah Ibu Perbesar

Meski sempat jadi polemik, akhirnya 2.040 peserta sekolah ibu diwisuda. Bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) ikut menghadiri wisuda yang digelar pertama kali di Graha Widya Wisuda (GWW), kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga, Bogor, Sabtu (6/10/2018).

Ketua TP PKK Kota Bogor yang juga penggagas program Sekolah Ibu Yane Ardian mengatakan, Sekolah Ibu bertujuan menciptakan ketahanan keluarga.

“Pendirian Sekolah Ibu berangkat dari fenomena sosial yang terjadi di masyarakat saat ini, di mana angka perceraian, kenakalan remaja, narkoba, dan pergaulan bebas sangat memprihatinkan.Kondisi itu, tidak hanya terjadi di Bogor, tetapi sudah menjadi masalah sosial yang terjadi secara nasional. Hal itu yang mendorong PKK Kota Bogor bergerak membantu pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya melalui Sekolah Ibu,” ungkap Yane.

Yane menjelaskan, Ibu merupakan sosok utama yang memegang peranan penting dalam sebuah keluarga. Ibu memiliki banyak peranan dan mampu melakukan banyak hal untuk kebutuhan semua anggota keluarga, seorang ibu memberikan keseimbangan dalam sebuah keluarga.

“Sekolah Ibu diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan persoalan yang ada di masyarakat, yaitu dengan cara melakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagi kaum Ibu melalui pemberian sejumlah materi yang dapat membekali mereka dalam menjalankan perannya, baik peran domestik maupun peran publik,” katanya.

Sekolah Ibu telah dilaksanakan secara serentak di 68 Kelurahan se-Kota Bogor pada Juli 2018. Pelaksanaan Sekolah Ibu dilakukan di aula-aula Kelurahan di Kota Bogor dalam dua kali seminggu selama kurang lebih tiga bulan dengan mengikuti 19 modul dan 20 kali pertemuan. Peserta dibimbing oleh 122 tenaga pengajar sukarela yang datang dari berbagai latar belakang.

19 modul yang dimaksud adalah soal urgensi sekolah ibu, urgensi ketahanan keluarga, konsep dasar perkawinan dan fungsi keluarga, kesehatan reproduksi, mengenal otak dan kepribadian manusia dan menggali potensi diri.

Lalu memasuki BAB II, para kaum ibu akan diberikan materi mengenai rumah sehat, manajemen keuangan keluarga, komunikasi efektif suami istri, pertolongan pertama pada keluarga, peningkatan kesehatan kekuarga dan manajemen konflik dan stres.

BAB terakhir, peserta akan diberikan materi mengenai nilai dan pola asuh serta komunikasi dengan anak, komunikasi pada remaja, pembagian peran dalam keluarga, etika berpakaian, lima kunci keamanan pangan hingga keluarga cinta tanah air.

“Saya pribadi sangat bangga melihat perkembangan kaum ibu setelah mengikuti sekolah ini. Yang lebih terharu ketika saya di datangi beberapa ibu yang mengaku tidak jadi bercerai setelah menerapkan apa yang didapat di Sekolah Ibu. Ada juga ibu yang mengaku bisa lebih berkomunikasi dengan anaknya, berdiskusi segala hal, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana

17 April 2026 - 19:59 WIB

Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor

17 April 2026 - 17:59 WIB

Pemkab Bogor dan Polres Bogor Sepakat Bentuk Timsus Penanganan Pungli

14 April 2026 - 20:34 WIB

Wali Kota Bogor dan Ketua Kadin Jabar Sepakat Sinergi

13 April 2026 - 15:30 WIB

Fokus Kekuatan Internal, Pramuka Kota Bogor Gelar Penyegaran dan Penguatan Andalan

11 April 2026 - 11:30 WIB

Trending on Kabar Bogor