Menu

Dark Mode
China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

Headline

Edgar: Akan Segera Panggil Kepsek SMAN 7

badge-check


					Edgar: Akan Segera Panggil Kepsek SMAN 7 Perbesar

Menanggapi adanya MOS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru hari pertama di sekolah SMAN 7 Kota Bogor yang masih menerapkan atribut aneh-aneh dan mewajibkan hadir pukul 5.43 tepat di detik 21, Senin (18/7/2016), Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Edgar Suratman berjanji akan segera memanggil Kepala Sekolah SMAN 7 Kota Bogor untuk menjelaskan tujuan masih diterapkannya aturan aneh di MPLS hari pertama.

“Selama dua hari minggu kemarin, semua kepala sekolah sudah mengikuti pelatihan tentang MPLS di Puncak, sekaligus sosialisasi aturan MOS atau MPLS tahun ini. Saya akan cek dan panggil kepala sekolahnya terkait temuan ini,” kata Edgar kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/7/2016).

Jika siswa baru lanjut Edgar, harus masuk jam yang aneh seperti itu dan wajib menggunakan aribut aneh. Jelas itu tak sesuai dengan aturan kementrian pendidikan.

“Saya jamin besok tak ada lagi hal-hal aneh selama MPLS di sekolah di Kota Bogor,” kata Edgar memastikan.

Seperti diketahui, sisw baru SMAN 7 Kota Bogor harus mengenakan pita di seragam sekolahnya, selain itu merekapun wajib mengenakan papan nama yang terbuat dari karton berukuran besar berbentuk kendaraan roda empat (angkot warna hijau) dan digantung di bagian depan tubuh siswa. Sementara di bagian belakang digantungi papan berjalan.

Bukan itu saja, kepada wartawan siswa baru mengaku harus datang ke sekolah tepat pukul  5 pagi lewat 43 menit didetik ke 21. (jika diurut menjadi angka 54321). “itu aturannya, kami harus datang tepat waktu. Kalau lewat waktu, kertas yang ada di papan berjalan di belakang badan kami ditulis kesalahannya sudah berapa kali,” kata siswa yang enggan disebutkan namanya.

#pratama/mibay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PKK Kelurahan Cipete Utara Dukung Gerakan RT/RW Sadar BPJS Ketenagakerjaan

11 June 2026 - 15:30 WIB

Sinergi Tanpa Batas: BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, dan Polri Perkuat Kolaborasi Demi Layanan Prima Korban Kecelakaan Kerja

10 June 2026 - 14:41 WIB

Resmi Pertamax Naik Jadi Rp 16.250

10 June 2026 - 07:19 WIB

Wamenaker: Kerja di Hari Libur Nasional Wajib Bayar Lembur

26 May 2026 - 21:12 WIB

Tersangka Buang Tubuh Wanita dari atas Tol Kayumanis, Karena Sakit Hati

25 May 2026 - 18:50 WIB

Trending on Headline