Menu

Dark Mode
Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

Headline

Edgar: Akan Segera Panggil Kepsek SMAN 7

badge-check


					Edgar: Akan Segera Panggil Kepsek SMAN 7 Perbesar

Menanggapi adanya MOS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru hari pertama di sekolah SMAN 7 Kota Bogor yang masih menerapkan atribut aneh-aneh dan mewajibkan hadir pukul 5.43 tepat di detik 21, Senin (18/7/2016), Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Edgar Suratman berjanji akan segera memanggil Kepala Sekolah SMAN 7 Kota Bogor untuk menjelaskan tujuan masih diterapkannya aturan aneh di MPLS hari pertama.

“Selama dua hari minggu kemarin, semua kepala sekolah sudah mengikuti pelatihan tentang MPLS di Puncak, sekaligus sosialisasi aturan MOS atau MPLS tahun ini. Saya akan cek dan panggil kepala sekolahnya terkait temuan ini,” kata Edgar kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/7/2016).

Jika siswa baru lanjut Edgar, harus masuk jam yang aneh seperti itu dan wajib menggunakan aribut aneh. Jelas itu tak sesuai dengan aturan kementrian pendidikan.

“Saya jamin besok tak ada lagi hal-hal aneh selama MPLS di sekolah di Kota Bogor,” kata Edgar memastikan.

Seperti diketahui, sisw baru SMAN 7 Kota Bogor harus mengenakan pita di seragam sekolahnya, selain itu merekapun wajib mengenakan papan nama yang terbuat dari karton berukuran besar berbentuk kendaraan roda empat (angkot warna hijau) dan digantung di bagian depan tubuh siswa. Sementara di bagian belakang digantungi papan berjalan.

Bukan itu saja, kepada wartawan siswa baru mengaku harus datang ke sekolah tepat pukul  5 pagi lewat 43 menit didetik ke 21. (jika diurut menjadi angka 54321). “itu aturannya, kami harus datang tepat waktu. Kalau lewat waktu, kertas yang ada di papan berjalan di belakang badan kami ditulis kesalahannya sudah berapa kali,” kata siswa yang enggan disebutkan namanya.

#pratama/mibay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor

5 February 2026 - 23:26 WIB

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Kepala BNN RI Dukung Penguatan Koordinasi Nasional

2 February 2026 - 09:17 WIB

Jalan Batutulis Retak, Dedie Rachim Instruksikan Tutup Jalur Sepeda Motor

30 January 2026 - 18:56 WIB

Kasum TNI Tinjau Pembangunan Huntara-Huntap di Tapanuli Selatan

30 January 2026 - 18:17 WIB

Trending on Headline