Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan MaskerĀ  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Lifestyle

Ebola Jadi Darurat Global, Kemenkes Imbau Hindari Makanan Jenis Ini

badge-check


					Ilustrasi. Kemenkes RI meningkatkan kewaspadaan menyusul penetapan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global oleh WHO. (Foto: John WESSELS / AFP) Perbesar

Ilustrasi. Kemenkes RI meningkatkan kewaspadaan menyusul penetapan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global oleh WHO. (Foto: John WESSELS / AFP)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meningkatkan kewaspadaan menyusul penetapan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Salah satu imbauan yang disampaikan pemerintah adalah menghindari konsumsi daging mentah maupun hewan liar untuk menekan risiko penularan penyakit.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman meminta masyarakat memastikan makanan yang dikonsumsi telah dimasak hingga matang.

“Masyarakat diimbau hanya mengonsumsi daging yang telah dimasak matang dan menghindari konsumsi hewan liar,” kata Aji, Minggu (17/5) seperti yang dikutip dari detikhealth.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul penetapan WHO mengenai wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan masyarakat global.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut, hingga kini telah tercatat lebih dari 300 kasus suspek Ebola dengan 88 kematian.

Meski begitu, WHO menegaskan wabah Ebola saat ini belum tergolong pandemi seperti Covid-19. WHO juga belum merekomendasikan penutupan perbatasan internasional.

Merespons perkembangan tersebut, pemerintah Indonesia memperkuat kesiapsiagaan nasional untuk mencegah masuknya kasus ke dalam negeri.

“Pemerintah terus melakukan pemantauan perkembangan kasus Ebola di tingkat global serta memperkuat kesiapsiagaan nasional guna mencegah masuknya penyakit ke Indonesia,” ujarnya.

Menurut Aji, pengawasan pelaku perjalanan internasional kini diperketat di pintu masuk negara melaluithermal scanner, observasi visual, hingga pemanfaatan aplikasi All Indonesia

Selain itu, Kemenkes juga telah menyiapkan 198 rumah sakit rujukan dalam jejaring layanan pengampuan Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Penguatan surveilans juga dilakukan melalui pemantauan di 21 rumah sakit sentinel yang tersebar di 20 provinsi.

Pemerintah turut memperkuat kapasitas laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, serta koordinasi lintas sektor bersama WHO dan berbagai pihak terkait.

Masyarakat pun diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, memakai masker saat sakit atau berada di tempat umum, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Masyarakat juga diminta menghindari kontak langsung dengan orang, hewan, maupun benda yang diduga terkontaminasi guna menekan risiko penularan Ebola.

WHO menyebut, wabah kali ini dipicu Bundibugyo ebolavirus, salah satu strain Ebola yang tergolong langka dan hingga kini belum memiliki vaksin maupun terapi spesifik yang disetujui.

Bundibugyo ebolavirus merupakan salah satu strain virus Ebola penyebab Ebola Virus Disease (EVD), yakni penyakit infeksi virus berat yang dapat memicu demam, kerusakan organ, hingga perdarahan di dalam tubuh penderita.

Virus ini pertama kali diidentifikasi di Distrik Bundibugyo, Uganda, saat wabah terjadi pada 2007-2008.

WHO mencatat strain ini baru muncul dalam beberapa lonjakan kasus besar sejak pertama kali terdeteksi, sebelum kembali memicu wabah terbaru pada 2026 di DRC dan Uganda.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle