Menu

Dark Mode
BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia 3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam

Kabar Lifestyle

Dunia Makin Terpanggang, Negara Ini Usulkan Rumah Baru Wajib Punya AC

badge-check


					Ilustrasi. Partai Demokrat Liberal Inggris usulkan semua rumah baru 
dilengkapi pendingin udara untuk hadapi suhu ekstrem akibat krisis iklim 
(Foto: AFP/OLIVIER CHASSIGNOLE)
Perbesar

Ilustrasi. Partai Demokrat Liberal Inggris usulkan semua rumah baru dilengkapi pendingin udara untuk hadapi suhu ekstrem akibat krisis iklim (Foto: AFP/OLIVIER CHASSIGNOLE)

Partai Demokrat Liberal Inggris mengusulkan seluruh rumah baru dibangun dengan pendingin udara atau sistem penyejuk lain untuk menghadapi suhu yang terus meningkat akibat krisis iklim.

Partai oposisi tersebut menilai banyak rumah di Inggris tidak dirancang untuk menghadapi cuaca panas ekstrem. Kondisi ini dinilai dapat membahayakan penghuni, terutama kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan.

Usulan dalam program bertajuk “siap iklim” itu akan mewajibkan pengembang memasang pendingin udara atau sistem pendinginan lain di setiap rumah baru.

Pendingin udara juga diusulkan menjadi fasilitas wajib di bangunan publik penting seperti sekolah dan fasilitas kesehatan.

Partai Demokrat Liberal turut mendorong penerapan metode pendinginan pasif, seperti menanam lebih banyak pohon di kawasan permukiman.

“Gelombang panas tanpa henti terbaru ini telah menunjukkan bahwa Inggris sangat tidak siap menghadapi panas ekstrem,” kata juru bicara lingkungan Partai Demokrat Liberal Tim Farron, dikutip dari The Guardian, Selasa (28/7).

Menurutnya, pemerintah perlu menyusun rencana baru yang mewajibkan pengembang membangun rumah yang mampu menghadapi kondisi iklim pada masa depan.

Rumah-rumah tersebut, kata Farron, perlu memiliki insulasi yang memadai dan dilengkapi dengan pendingin udara.

Usulan itu muncul ketika badan perlindungan kesehatan Inggris mengeluarkan peringatan kuning terkait suhu tinggi untuk sejumlah wilayah.

Peringatan berlaku dari Selasa (21/7) pagi hingga Jumat (24/7) pagi di Inggris bagian tenggara, barat daya, dan timur, serta kawasan Midlands, Yorkshire, dan Humber.

Suhu di London diperkirakan mencapai 32 derajat Celsius pada Rabu (22/7) sebelum kembali menurun.

Sementara itu, sebagian wilayah Inggris lainnya diperkirakan mengalami hujan dengan suhu yang jauh lebih rendah.

Lebih lanjut, Juru bicara perumahan Partai Demokrat Liberal Gideon Amos mengatakan pendingin udara semakin dibutuhkan di rumah-rumah Inggris.

Menurut Amos, banyak hunian di negara tersebut termasuk yang terkecil dan terpanas di Eropa setelah pemerintahan sebelumnya menghapus standar minimum luas hunian.

Jumlah rumah di Inggris yang memiliki pendingin udara diperkirakan meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir seiring kenaikan suhu.

Namun, pendingin udara baru tersedia di sekitar 4 juta dari lebih dari 30 juta rumah di negara itu.

Survei yang dilakukan untuk Partai Demokrat Liberal menunjukkan 28 persen responden membeli kipas angin atau pendingin udara selama gelombang panas terakhir.

Sebanyak 26 persen responden mengatakan cuaca panas membuat mereka merasa tidak sehat atau hampir pingsan.

Selain panas, musim panas di Inggris tahun ini juga berlangsung sangat kering.

Curah hujan di seluruh Inggris sepanjang Juli baru mencapai sekitar 5 persen dari rata-rata. Angkanya turun menjadi 1 persen di wilayah selatan.

Kondisi tersebut memicu kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Ribuan kematian akibat gelombang panas

Analisis yang dipimpin Imperial College London memperkirakan gelombang panas pada Mei dan Juni menewaskan sekitar 2.700 orang.

Pada periode itu, Inggris untuk pertama kalinya mengalami peringatan merah panas ekstrem selama tiga hari berturut-turut.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia

5 August 2026 - 21:30 WIB

Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji

5 August 2026 - 21:27 WIB

Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah

5 August 2026 - 21:22 WIB

Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia

5 August 2026 - 20:51 WIB

3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir

5 August 2026 - 20:46 WIB

Trending on Kabar Lifestyle