Menu

Dark Mode
Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya Ide Tak Biasa, Ilmuwan Usul Matahari Diredupkan untuk Redam El Nino

Kabar Lifestyle

Duh, Stasiun Luar Angkasa ISS Bocor Lagi

badge-check


					Duh, Stasiun Luar Angkasa ISS Bocor Lagi. (Foto: Getty Images) Perbesar

Duh, Stasiun Luar Angkasa ISS Bocor Lagi. (Foto: Getty Images)

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali mengalami kebocoran di salah satu segmennya. NASA dan badan antariksa Rusia (Roscosmos) yang mengelola fasilitas ini kembali dibikin bingung mencari sumber kebocorannya.

Selama lebih dari satu dekade, teknisi NASA dan Roscosmos telah memantau tingkat kebocoran dari modul kecil di segmen Rusia yang mengarah ke port penghubung. Sumber kebocoran ini adalah retakan mikroskopis yang ukurannya sangat kecil sehingga sulit ditemukan dan diperbaiki.

Pada bulan Januari, NASA mengatakan setelah melakukan beberapa inspeksi dan menggunakan bahan perekat, tekanan udara di segmen yang dikenal sebagai modul PrK ini telah mencapai konfigurasi stabil. Modul PrK pada dasarnya adalah terowongan transfer yang terhubung dengan Zvezda Service Module di segmen Rusia di ISS.

Namun, kebocoran ini terdeteksi lagi tiga minggu yang lalu. Pada 1 Mei, setelah kosmonaut Rusia menurunkan kargo dari modul Progress 95, Roscomos mencatat penurunan tekanan udara hingga satu pon per hari di modul PrK.

“Roscosmos mengizinkan penurunan tekanan di terowongan transfer secara bertahap sambil memantau laju penurunannya,” kata juru bicara NASA Josh Finch, seperti dikutip dari Ars Technica, Senin (25/5/2026).

“Area tersebut sekarang dijaga di tekanan yang lebih rendah, dengan penambahan tekanan kecil sesuai kebutuhan. Tidak ada dampak pada operasi stasiun, dan NASA serta Roscosmos sedang berkoordinasi mengenai langkah selanjutnya,” sambungnya.

Meskipun kebocoran ini tidak memiliki dampak signifikan pada astronaut yang tinggal di ISS, dan tidak menimbulkan kekhawatiran langsung tentang kondisi stasiun, masalah ini kembali menimbulkan pertanyaan tentang nasib jangka panjang ISS.

ISS dijadwalkan pensiun pada tahun 2030 setelah menghabiskan hampir tiga dekade di orbit Bumi. Setelah puluhan tahun di luar angkasa, dampak buruk lingkungan yang sangat keras sudah dirasakan oleh laboratorium antariksa ini.

Namun, NASA dan Kongres Amerika Serikat mempertimbangkan untuk memperpanjang misi ISS setidaknya hingga tahun 2032, atau lebih lama, sampai ada alternatif yang dapat menggantikan ISS di orbit. Di saat bersamaan, panel penasihat keselamatan memperingatkan risiko yang mengancam ISS seiring mendekati masa pensiunnya, termasuk masalah kebocoran udara yang masih berlanjut.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI

21 July 2026 - 21:03 WIB

Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center

21 July 2026 - 20:59 WIB

Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi

21 July 2026 - 20:55 WIB

Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi

21 July 2026 - 20:52 WIB

Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya

21 July 2026 - 20:46 WIB

Trending on Kabar Lifestyle