Dua Pasar Trandisional di Kota Bogor Segera Direvitalisasi

Dua pasar tradisional di KOta Bogor rencananya akan direvitalisasi. Kedua pasar tersebut antaralain Pasar Sukasari dan pasar Jambu Dua. Hal tersebut dibenarkan Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPPJ) Muzakkir, Selasa (28/9/21).

Menurut  Direktur Utama (Dirut) PPPJ Muzakkir, PMP untuk PPPJ masih berproses di pansus. Sejauh ini ada empat aset yakni Pasar Sukasari, Pasar Jambu Dua, Plaza Bogor dan Taman Kencana. Yang dimintakan bukan keseluruhan, misal Pasar Sukasari. Dari total 7 ribu meter persegi, 5 ribu meter persegi sudah diserahkan ke PPPJ.

“Nah yang sisanya yang dimintakan. Lalu di Taman Kencana sebagian sudah, sebagian belum. Begitu juga di Pasar Jambu Dua,” kata Muzakkir.

Ada beberapa hal yang tertunda terkait aset karena terkait kasus hukum, lanjutnya, seperti lahan eks Angkahong di Pasar Jambu Dua dan konflik di Plaza Bogor. Persoalan aset di dua pasar itu sudah selesai karena secara hukum sudah inkrah, sehingga sekarang bisa berproses lagi.

“Sekarang sedang penyusunan administrasi di BKAD sebagai lampiran di pansus. Untuk dilanjutkan pembahasan dan diparipurnakan. Jadi kita punya waktu untuk proses ini sampai akhir tahun,” jelasnya.

PDPPJ segera membangun Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari lantaran bakal dimanfaatkan untuk menampung pedagang pasar yang sedianya berjualan di beberapa pasar lain. Nantinya, Pasar Jambu Dua bakal menampung para pedagang yang sedianya berjualan di Pasar Bogor. Lalu Pasar Sukasari akan menjadi ‘rumah baru’ bagi pedagang yang kini jualan di Plaza Bogor.

“Ke depan target kita bangun dua pasar itu. Sebab nantinya Pasar Bogor akan diubah jadi gedung parkir. Sedangkan Plaza Bogor akan menjadi sentra kuliner dan kawasan penghijauan,” ujarnya.

Sementara Pasar Jambu Dua untuk menampung pedagang Pasar Bogor, ditambah Pasar Jambu Dua dan PKL yang ada di Pasar Merdeka, serta yang lainnya untuk masuk ke dalam pasar.

Dari catatannya, kurang lebih ada 2.000 pedagang yang berjualan di Pasar Bogor dan 500 pedagang yang mencari rezeki di Plaza Bogor. Namun untuk membangun dua pasar tersebut, ditengarai membutuhkan dana yang besar. Sehingga agak sulit untuk dicover menggunakan PMP ataupun bantuan lain.

“Karena nilai investasi besar, tidak mungkin pakai PMP ataupun bantuan, tapi nanti BOT seperti Blok F. Beauty Contest lah. Saya berharap perda segra turun, baru kita bisa melangkah selanjutnya. Estimasi biaya, yang pasti masing-masing pasar di atas Rp100 miliar,” tandasnya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *