Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Awas, Telur Busuk Beredar di Kota Bogor

badge-check


					Awas, Telur Busuk Beredar di Kota Bogor Perbesar

Warga Bogor tampaknya harus exstra waspada dan selektif dalam memilih makanan, buktinya Rabu (8/6/2016) dini hari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor berhasil menggagalkan peredaran 3.000 butir telur tak layak konsumsi di Pasar Lawang Seketeng Kota Bogor.

Keberhasilan Disperindag menggagalkan peredaran telur tak layak konsumsi tersebut berawal dari informasi warga dan pedagang yang resah dengan adanya dugaan peredaran bahan makanan berformalin. Setelah dilakukan investigasi di lapangan, ternyata bukan hanya makanan berformalin saja yang ditemukan. Petugas juga menemukan ribuan telur tak layak konsumsi alias BS.

Menurut Kabid Perdagangan Disperindag Kota Bogor Mangahit Sinaga, telur-telur tersebut dibungkus rapat terpal dan diangkut kendaraan. “Kami langsung  amankan kendaraan berisi ribuan telur tak layak konsumsi tersebut beserta supir dan kondekturnya,” kata Mangahit.

Menurut keterangan sopir dan kondektur truk Udin (30) dan Zulfa (30), mereka hanya diminta pemilik untuk mengantarkan telur tersebut ke tujuan. Setelah petugas mendapatkan nomor handphone pemilik, petugas meminta pemilik truk untuk  datang dengan membawa surat-surat kelengkapan yang menyatakan telur tersebut layak konsumsi. “Hingga pukul 11 siang, pemilik truk tidak juga muncul,” jelas Mangahit.

Mangahit menambahkan, dari keterangan Udin dan Zulfa diketahui telur BS tersebut akan digunakan sebagai bahan campuran bakso. ”Harga telur BS dihargai Rp1.500 per butir,  sedangkan untuk harga telur yang layak berkisar di atas Rp2.000 an per butir, itu juga masih tergantung ukuran besar kecil telur. Selain untuk bahan campuran bakso, telur BS tersebut terkadang dijadikan isi cumi, isi usus dan siomay,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Disperindag Kota Bogor Achsin Prasetyo mengatakan, ke depan akan mengawasi lebih ketat  lagi. Menurutnya momentum Ramadhan sering dimanfaatkan oknum-oknum bertindak curang. “Dampak kesehatan yang bisa timbul akibat mengkonsumsi telur BS antaralain kulit gatal-gatal, demam, pusing dan  mual-mual. Untuk jangka panjang bisa mengakibatkan kanker usus,” tutupnya. #pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Trending on Headline