Menu ✖

Dark Mode
Hacker Bobol Data 8,8 Juta Orang di Sistem Pemerintah Denmark Mengenal Pes Paru yang Diduga Picu Kematian Misterius Peneliti Rusia Bocah Ajaib Rp57 Triliun Mendadak Bawel di Medsos, 350 Tweet Indonesia Bisa Jadi Incaran Seluruh Dunia, Ini Peringatan Interpol Orang Terkaya Lakukan Ini Supaya Presiden Senang Formapel Cup 2026 Digelar, Munjirin Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Bola Voli

Kabar Bogor

Pemkot Bogor Perkuat Pemahaman Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah

badge-check


					Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah. (photo : kominfo) Perbesar

Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah. (photo : kominfo)

Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah.

Kegiatan ini juga menjadi upaya mendorong peningkatan akses dan partisipasi anak dalam memperoleh layanan pendidikan, sehingga angka partisipasi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Bogor dapat meningkat.

Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar Kota Bogor untuk menguatkan pemahaman bersama mengenai peran PAUD dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait wajib belajar 13 tahun dan kebijakan pendidikan lainnya.

“Sosialisasi ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk menguatkan pemahaman bersama mengenai peran PAUD di Kota Bogor dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya wajib belajar 13 tahun,” ujar Yantie Rachim di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (5/10/2026).

Sosialisasi dilaksanakan selama dua hari, 5-6 Oktober 2026, dan diikuti 200 peserta yang terdiri dari guru PAUD dan komite PAUD dari enam kecamatan.

Pada hari pertama, peserta berasal dari Kecamatan Bogor Tengah, Bogor Selatan, dan Bogor Timur. Sementara pada hari kedua, peserta berasal dari Kecamatan Tanah Sareal, Bogor Utara, dan Bogor Barat.

Di hadapan para peserta, Yantie Rachim menekankan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak. Menurutnya, anak usia 4-6 tahun perlu mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

“Sebagai orang tua kita harus tahu perkembangan anak di usia 4-6 tahun, begitu juga saat usia 7 tahun dan seterusnya. Jangan biarkan belajar calistung di saat kognitif anak belum cukup untuk menerimanya, karena akan menjadi beban akademis untuk anak-anak kalau dipaksakan,” kata Yantie Rachim.

Ia menambahkan, membangun pondasi menjadi hal penting dalam pendidikan anak usia dini agar tumbuh kembang anak berjalan dengan kuat. Menurutnya, perkembangan otak anak tidak perlu dipaksakan, tetapi perlu diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan usianya.

Yantie Rachim menilai, banyaknya anak usia sekolah dasar yang mulai merasa bosan belajar dapat berkaitan dengan kurangnya waktu bermain saat usia dini akibat terlalu banyak dipaksa untuk belajar.

Proses belajar anak, lanjut Yantie Rachim, harus didukung dengan konsistensi dan contoh nyata yang jelas. Hal ini penting agar anak tidak mengalami kebingungan, mengingat anak merupakan peniru yang sangat baik.

Karena itu, Yantie Rachim berharap para guru dan komite PAUD yang hadir dapat menjadi agen informasi sekaligus turut menyukseskan kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD”.

“Kerja sama antara orang tua, guru, dan sekolah mutlak dibutuhkan,” katanya.

Di akhir, Yantie Rachim berharap semakin banyak pihak yang berkomitmen untuk mengutamakan kebutuhan tumbuh kembang anak.

“Biarkan anak tumbuh sesuai dengan fitrahnya. Sebagai orang tua terus dampingi dan berikan dukungan dengan memberikan stimulasi terbaik bagi kebutuhan anak,” tutup Yantie Rachim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Bogor Perkuat Implementasi SAKIP untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

6 October 2026 - 17:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto Serahkan Bantuan 160 Becak Listrik di Kota Bogor

6 October 2026 - 17:19 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Peran IWAPI Terus Ditingkatkan

6 October 2026 - 17:17 WIB

Panen Raya di Katulampa, Dukung Swasembada Pangan

5 October 2026 - 16:10 WIB

The 5th International Conference on Tropical Biology, Dedie Rachim: Inovasi Ciptakan Solusi

5 October 2026 - 16:08 WIB

Trending on Kabar Bogor