Menu ✖

Dark Mode
Hacker Bobol Data 8,8 Juta Orang di Sistem Pemerintah Denmark Mengenal Pes Paru yang Diduga Picu Kematian Misterius Peneliti Rusia Bocah Ajaib Rp57 Triliun Mendadak Bawel di Medsos, 350 Tweet Indonesia Bisa Jadi Incaran Seluruh Dunia, Ini Peringatan Interpol Orang Terkaya Lakukan Ini Supaya Presiden Senang Formapel Cup 2026 Digelar, Munjirin Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Bola Voli

Kabar Lifestyle

Hacker Bobol Data 8,8 Juta Orang di Sistem Pemerintah Denmark

badge-check


					Ilustrasi. Peretas membobol sistem registrasi nasional Denmark, mengakses 
data pribadi 8,8 juta orang. (Foto: iStockphoto)
Perbesar

Ilustrasi. Peretas membobol sistem registrasi nasional Denmark, mengakses data pribadi 8,8 juta orang. (Foto: iStockphoto)

Hacker atau peretas membobol sistem registrasi nasional Denmark dan mengakses informasi pribadi sekitar 8,8 juta orang. Data yang diakses secara ilegal tersebut mencakup nama, alamat, serta nomor identitas yang dikenal sebagai CPR.

Kementerian Urusan Digital Denmark mengungkap insiden tersebut pada Senin (5/10). Data yang terdampak termasuk milik orang yang telah meninggal dunia atau pindah ke luar negeri.

“Pengelola registrasi nasional (CPR) menemukan bahwa pihak yang tidak berwenang memperoleh akses ilegal, khususnya terhadap nama, alamat, dan nomor CPR sekitar 8,8 juta orang yang terdaftar,” tulis kementerian tersebut, dikutip dari AFP, Senin (5/10).

CPR merupakan nomor jaminan sosial Denmark yang tercatat dalam sistem registrasi nasional.

Menteri Urusan Digital Denmark Christina Egelund menyebut pembobolan tersebut sebagai insiden yang sangat serius. Ia mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mengetahui seberapa luas dampaknya.

“Ini adalah insiden yang sangat serius,” kata Egelund dalam keterangannya.

“Bersama seluruh otoritas terkait, kami sedang memetakan keseluruhan cakupan insiden ini,” lanjutnya.

Jumlah orang yang datanya terdampak melampaui populasi Denmark saat ini, yakni sekitar enam juta jiwa. Namun registrasi nasional diketahui menyimpan informasi sekitar 11 juta orang, termasuk mereka yang sudah meninggal atau beremigrasi.

Menurut pemerintah Denmark, peretas masuk ke sistem registrasi nasional melalui sebuah perusahaan Denmark yang memiliki akses resmi ke basis data tersebut. Pelaku terlebih dahulu meretas perusahaan itu untuk memperoleh jalan masuk.

Pemerintah menyatakan akses perusahaan tersebut belum dicabut, tetapi penyelidikan atas insiden ini telah dimulai.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengenal Pes Paru yang Diduga Picu Kematian Misterius Peneliti Rusia

6 October 2026 - 18:13 WIB

Bocah Ajaib Rp57 Triliun Mendadak Bawel di Medsos, 350 Tweet

6 October 2026 - 18:09 WIB

Indonesia Bisa Jadi Incaran Seluruh Dunia, Ini Peringatan Interpol

6 October 2026 - 18:06 WIB

Orang Terkaya Lakukan Ini Supaya Presiden Senang

6 October 2026 - 18:03 WIB

Eks Karyawan Ungkap Kebohongan Besar Facebook, Bilang Jangan Percaya

6 October 2026 - 17:18 WIB

Trending on Kabar Lifestyle