Menu

Dark Mode
Wabah Purba Habisi Pemburu-Pengumpul Siberia 5.500 Tahun Lalu AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online Peringkat Kecepatan Internet Indonesia di Dunia Terbaru Anjlok Meteorit dari Mars Dibelah, Ada Temuan Mengejutkan Sepekan IPO, Harga Saham SpaceX Kini Terus Merosot Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Gemilang di Popwilda 2026

Kabar Lifestyle

DeepSeek V3.1 Resmi, Model AI yang Lebih Nyambung dan Akurat

badge-check


					DeepSeek V3.1 merupakan pengembangan dari model V3 dengan sejumlah peningkatan besar. Misalnya, model AI ini kini memiliki 685 miliar parameter, menjadikannya salah satu model bahasa terbesar di dunia. Foto: (X/ @deepsseek) Perbesar

DeepSeek V3.1 merupakan pengembangan dari model V3 dengan sejumlah peningkatan besar. Misalnya, model AI ini kini memiliki 685 miliar parameter, menjadikannya salah satu model bahasa terbesar di dunia. Foto: (X/ @deepsseek)

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Hangzhou, DeepSeek, resmi meluncurkan model bahasa terbaru bernama DeepSeek V3.1. 

Kehadiran model ini semakin memanaskan persaingan global di pasar AI yang saat ini banyak dikuasai oleh perusahaan Amerika Serikat, seperti OpenAI. 

DeepSeek V3.1 merupakan pengembangan dari model V3 (rilis Maret 2025) dengan sejumlah peningkatan besar.

Misalnya, model AI ini kini memiliki 685 miliar parameter, menjadikannya salah satu model bahasa terbesar di dunia. Sebagai perbandingan, OpenAI GPT-3 dulu “cuma” punya 175 miliar parameter. 

Dengan kapasitas sebesar itu, DeepSeek V3.1 diharapkan bisa lebih pintar dalam menjawab, lebih nyambung dalam percakapan panjang, dan lebih fleksibel dalam berbagai jenis tugas. 

Selain itu, DeepSeek V3.1 disebut membawa context window yang lebih panjang. Artinya model ini bisa mengingat dan memahami lebih banyak informasi dalam satu kali percakapan.

Bagi pengguna, hal ini berarti interaksi dengan AI akan terasa lebih nyambung, konsisten, dan akurat, bahkan dalam percakapan panjang. 

Tak hanya itu, V3.1 mendukung berbagai format tensor, seperti BF16, F8_E4M3, dan F32. Ini bakal memberi keleluasaan bagi pengembang dan peneliti untuk menyesuaikan kebutuhan teknis. 

Saat ini, DeepSeek V3.1 sudah bisa diunduh melalui platform Hugging Face, meskipun layanan API dan inference publiknya belum dirilis.

DeepSeek disebut memilih strategi konsolidasi saat mengembangkan V3.1. 

Pendekatan ini dilakukan setelah melihat kegagalan model hybrid terdahulu, baik dari pengembangan internal maupun dari rival seperti “Qwen” yang dikembangkan oleh Alibaba Cloud. 

Model sebelumnya sempat mengalami penurunan performa saat menggabungkan berbagai kemampuan, tapi DeepSeek kini diklaim berhasil menemukan formula yang lebih stabil.

Masuknya DeepSeek V3.1 ke pasar membuat persaingan dengan model seperti GPT-5 dari OpenAI semakin sengit. 

GPT-5 yang juga baru dirilis awal Agustus ini punya mode Fast, Auto, dan Thinking untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna. Namun DeepSeek mencoba menantang lewat parameter yang lebih besar dan distribusi terbuka lewat Hugging Face. 

Bagi pengguna umum, peningkatan ini bisa membuat percakapan dengan AI terasa lebih alami dan panjang.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wabah Purba Habisi Pemburu-Pengumpul Siberia 5.500 Tahun Lalu

20 June 2026 - 13:16 WIB

AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online

20 June 2026 - 13:13 WIB

Peringkat Kecepatan Internet Indonesia di Dunia Terbaru Anjlok

20 June 2026 - 13:10 WIB

Meteorit dari Mars Dibelah, Ada Temuan Mengejutkan

20 June 2026 - 13:07 WIB

Sepekan IPO, Harga Saham SpaceX Kini Terus Merosot

20 June 2026 - 13:04 WIB

Trending on Kabar Lifestyle