Menu ✖

Dark Mode
Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

Headline

Dedengkot Bumi Datar Dibekuk Saat Menuju ‘Ujung Dunia’

badge-check


					Dedengkot Bumi Datar Dibekuk Saat Menuju ‘Ujung Dunia’ Perbesar

Sepasang suami istri yang diduga dedengkot teori konspirasi bumi datar berhasil ditangkap saat perjalanan keluar dari Italia. Pasangan itu ditangkap bukan karena keyakinannya akan bumi datar, melainkan karena melanggar aturan lockdown di Italia.

Dilansir Daily Star, dua ahli teori konspirasi bumi datar itu berupaya melakukan perjalanan untuk mencapai ujung dunia. Pria dan wanita dari Venetia, Italia, melakukan perjalanan saat aturan lockdown ketat diberlakukan.

Dalam surat kabar Italia Corriere della Sera dijelaskan bagaimana pasangan yang dengan polosnya menyebut, Lampedusa di Sisilia Selatan merupakan lokasi ujung dunia.

Untuk membuktikan apa yang mereka yakini, akhirnya pasangan itu pergi ke pelabuhan Sisilia di Termini Imerese.

Di sana mereka menjual mobil dan menukarnya dengan sebuah perahu. Kemudian mereka melakukan perjalanan sejauh 1.574,2 kilometer melintasi Italia dalam upaya menemukan Lampedusa yang mereka sebut sebagai lokasi ujung dunia.


Baca juga:Tak Pakai Masker, Dihukum Berdoa dan Merenung di Makam Korban Covid-19


Keterampilan navigasi ala kadarnya yang mereka miliki justru malah membuat perahu semakin jauh dari Lampedusa. Malahan, perahu mereka berlayar jauh hampir menuju pantai Afrika Utara.

Dengan kondisi kelelahan, kehausan, bahkan berisiko mengalami kecelakaan kapal, pasangan itu tiba di sebuah pulau Ustica yang terletak 74,08 kilometer di barat laut Palermo.

La Stampa melaporkan, kedua orang yang menyatakan dirinya sebagai ahli teori konspirasi bumi datar itu melakukan hal yang lucu.

Selama berlayar menggunakan perahu, mereka berpedoman pada arah kompas, sebuah alat yang bekerja berdasarkan magnet terrestrial. Tentu saja cara kerja kompas adalah sebuah prinsip yang semestinya mereka tolak sebagai penganut teori konspirasi bumi datar.

“ Mereka berpedoman pada kompas, sebuah alat yang bekerja berdasarkan magnet terrestrial, sebuah prinsip yang harus mereka tolak sebagai penganut teori bumi datar,” kata Kementerian Kesehatan di Palermo, Salvatore Zichici.

Dua orang yang diduga dedengkot teori konspirasi bumi datar itu akhirnya ditangkap karena melanggar aturan lockdown. Mereka digelandang menuju Palermo untuk melakukan karantina selama 15 hari di perahu mereka.

Alih-alih tetap tinggal di perahu, mereka memutuskan untuk melarikan diri. Keduanya berlayar selama tiga jam namun akhirnya berhasil dihadang oleh petugas pelabuhan.

Mereka dibawa kembali ke pelabuhan untuk melakukan karantina. Belum putus asa, mereka mencoba melakukan upaya melarikan diri. Kali ini mereka kabur dan bersembunyi di sebuah rumah seorang pria mitomaniak yang berbohong kepada petugas bahwa dirinya positif Covid-19.

Namun petugas tetap saja menemukan pasangan itu hingga akhirnya mereka dipaksa untuk pulang menggunakan kereta api.

Sumber : dream.co.id

Foto : Foto: Pixabay.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

Trending on Kabar Dunia