Menu

Dark Mode
PLN UPT Cirebon Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Program TJSL Permata Usaha Karyamulya Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat AI, PLN UPT Cirebon Kembangkan MSCC Menjadi Operation & Maintenance Center (OMC) Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia

Kabar Lifestyle

Clarissa Tanoesoedibjo Ungkap Tantangan Bisnis di Tengah Perkembangan Teknologi

badge-check


					Clarissa Tanoesoedibjo (Foto: Okezone) Perbesar

Clarissa Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)

Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial di dunia hiburan, para pelaku bisnis di Indonesia turut menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan perubahan tren serta selera konsumen yang semakin dinamis.

Perubahan pola konsumsi yang dipengaruhi oleh digitalisasi juga menuntut perusahaan untuk terus berinovasi, baik dalam strategi pemasaran, produk, maupun layanan.

1. Pola Konsumsi Masyarakat

Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo menyampaikan bahwa saat ini pola konsumsi masyarakat telah berubah, terdapat peningkatan untuk konsumsi konten pendek dan lebih interaktif. Hal itu yang mendorong perseroan untuk fokus ke segmen bisnis tersebut.

“Secara sifat dan juga preference dari pengiklan itu juga sudah shifting ke digital dan itu menciptakan peluang untuk kami ke depannya,” kata Clarissa saat ditemui di Gedung BEI Jakarta pada Kamis (20/3).

Di samping itu, jenis konten yang saat ini diminati masyarakat semakin beragam,  hal itu juga mendorong perseroan untuk mencari beberapa sumber pendapatan yang baru selain yang sebelumnya yaitu subscription sama advertising.

“Sekarang kami melihat market drama shorts ini yang berpotensi besar,” imbuh Clarissa.

2. MNC Digital Fokus Pendapatan pelanggan Berbayar

Adapun PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) akan berfokus pada subscription atau pendapatan dari pelanggan berbayar. Kemudian, akan berfokus pada advertising melalui Ads Revenue. Serta, melalui licensing dengan mendistribusikan hak siar atau hak lisensi konten-konten yang diproduksi perseroan ke sejumlah negara.

Selain itu, perseroan juga akan berfokus pada produksi dan lisensi konten-konten berdurasi pendek, seperti short drama. Alasannya, format konten tersebut tengah digandrungi di banyak negara seperti Cina.

Dalam hal ini, MSIN sudah mengumpulkan konten-konten lama milik perseroan dan akan diformat ulang dengan durasi yang lebih pendek. Setelah itu, perseroan juga akan melisensikan produk konten tersebut ke negara lain.

Terakhir, MSIN juga akan mengadopsi sistem SSAI atau Single Server Ads Insertion yang akan menggantikan commercial break yang ada di televisi dan diletakkan pada platform streaming, sehingga sifatnya lebih khusus bagi masing-masing pengguna.

Sumber: okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PLN UPT Cirebon Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Program TJSL Permata Usaha Karyamulya

16 July 2026 - 16:05 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat AI, PLN UPT Cirebon Kembangkan MSCC Menjadi Operation & Maintenance Center (OMC)

15 July 2026 - 16:08 WIB

Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru

15 July 2026 - 10:31 WIB

Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia

15 July 2026 - 10:23 WIB

Sah! Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

15 July 2026 - 10:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle