Menu ✖

Dark Mode
Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang Belum Capai Puncak, El Nino Sudah Picu Rekor Suhu di Pasifik Pakar Ungkap Penyebab Fenomena Retakan Tanah di Kalimantan Apple Gandeng Saingan Samsung Garap Sumber Duit Baru Robot Menyerah, Tak Sanggup Gantikan Manusia Kerja di Gedung Ecommerce

Kabar Lifestyle

Bumi Mendidih Sebelum Waktunya dan Makan Korban Jiwa

badge-check


					Gelombang panas di India. (Foto: CNN) Perbesar

Gelombang panas di India. (Foto: CNN)

Suhu panas di berbagai wilayah dunia telah membawa petaka. Di India, setidaknya 16 orang meninggal dunia akibat gelombang panas menjelang musim monsun saat suhu mencapai kondisi menyengat di angka 46,7 derajat Celcius. Kondisi ini diperkirakan semakin memburuk dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, benua Eropa saat ini tengah mengalami salah satu gelombang panas terburuk dalam sejarah. Associated Press melaporkan alat ukur suhu di Inggris mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di angka 34,8 dan 35,1 derajat Celcius dalam periode 24 jam.

Dikutip dari Detik dari Futurism, tujuh orang meninggal dunia di Prancis pada hari terpanas bulan Mei dalam sejarah negara tersebut, sementara otoritas kesehatan di Italia telah mengambil langkah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Cuaca panas ini mendesak manusia dan infrastruktur hingga maksimal. Dalam laporan terbaru mengenai prospek pemanasan global di Inggris, negara tersebut disebut terlanjur dirancang untuk iklim yang kini sudah tidak ada lagi, dengan hanya 5% rumah tangga memiliki unit AC.

“Meskipun kami terkadang mengalami periode cuaca hangat di bulan Mei, apa yang kita saksikan sekarang ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Stephen Dixon, juru bicara UK Met Office kepada CNN. “Peristiwa yang tadinya terjadi sekitar 1 kali dalam 100 tahun, kini menjadi sekitar 1 kali dalam 33 tahun.”

Hal yang memperburuk keadaan adalah bayang ancaman El Nino, siklus pola iklim yang meningkatkan suhu di seluruh dunia. Fenomena ini biasanya muncul dua hingga tujuh tahun sekali, tapi yang diperkirakan akan mulai melanda musim panas ini berskala masif dan diprediksi hampir sama parahnya dengan gelombang panas tahun 1877 yang merenggut nyawa jutaan orang.

Perlu diingat, rentetan gelombang panas yang memecahkan rekor ini melanda jauh sebelum datangnya musim panas maupun El Nino. Seperti yang ditemukan para peneliti, suhu lingkungan global saat ini sudah cukup fatal untuk merenggut nyawa para lansia bahkan kelompok usia muda, jika dibiarkan terpapar dalam durasi waktu tertentu.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar

13 October 2026 - 12:39 WIB

Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang

13 October 2026 - 12:36 WIB

Belum Capai Puncak, El Nino Sudah Picu Rekor Suhu di Pasifik

13 October 2026 - 12:31 WIB

Pakar Ungkap Penyebab Fenomena Retakan Tanah di Kalimantan

13 October 2026 - 12:28 WIB

Apple Gandeng Saingan Samsung Garap Sumber Duit Baru

13 October 2026 - 12:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle