Menu ✖

Dark Mode
Soft Tenis Kabupaten Bogor Bidik Dua Emas Nomor Tunggal Putra dan Putri ‎ Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026

Kabar Dunia

Bocah Ini Diberi Uang Saku, Saat Pulang Sekolah Jadi 2 Kali Lipat, Ternyata…

badge-check


					Bocah Ini Diberi Uang Saku, Saat Pulang Sekolah Jadi 2 Kali Lipat, Ternyata… Perbesar

Ketika anak mulai bersekolah tanpa ditemani orang tuanya, biasanya mereka sudah dibekali uang jajan.

Jadi, semisal ada tambahan pelajaran atau ekstrakurikuler, orang tua tidak perlu membawakan bekal karena anak bisa membeli makanan atau minuman sendiri di kantin sekolah.

Setiap anak tentunya memiliki jumlah uang jajan yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kemampuan orang tua.

Namun apa jadinya jika jumlah uang jajan yang diberikan orang tua malah menjadi dua kali lipat saat sang anak pulang ke rumah.

Hal itulah yang beru-baru ini dialami oleh seorang ibu bernama Puan Hasmi Samsuddin.

Lewat kisah yang dibagikan di Facebook, ia mengaku kebingungan dengan uang jajan anaknya yang baru dua hari bersekolah. Sebab, uang jajan yang diberi saban pagi, jumlahnya bertambah dua kali lipat saat anaknya pulang.

Hasmi bahkan sempat mengira bahwa sang anak mengambil uang temannya.

Ibu asal Malaysia ini bercerita bahwa anaknya diberi jajan uang sebesar 2 ringgit, namun saat pulang ke rumah uangnya menjadi 4 ringgit. Lantas dari mana datangnya tambahan 2 ringgit?

Hal ini mulai terkuat ketika sang anak bertanya tentang celengan kepada dirinya.

” Bu, dimana celengan saya?” tanya sang anak.

” Untuk apa kamu mencari celengan?” jawabnya.

” Saya ingin menghemat uang,” balas sang anak sambil menunjukan uangnya.

” Dari mana kamu mendapatkan uang itu?” tanya sang bu penasaran.

” Kan ibu yang memberikannya kepada saya,” jawab sang anak.

” Ibu hanya memberimu 2 Ringgit, kenapa sekarang jadi 4? Apakah kamu mengambil uang teman?” tanya sang ibu penasaran.

” Tidak, aku tidak mengambil uang siapapun, saya hanya berjualan belalang,” tutur bocah SD nan imut tersebut.

Namun bocah itu tetap menerima pukulan dari sang ibu lantaran Puan sudah terlanjur jengkel.

” Saya mengirim putra saya ke sekolah untuk belajar, bukan menjual belalang. Tanpa alasan dia menerima pukulan dariku,” tulis Puan.

Memang dapat dipahami jika Puan Hamsi akan merasa kesal, namun tak ada yang tahu, bagaimana jika anak itu menangkap belalang saat jam istirahat?

Lagipula ia tidak menghabiskan uang sakunya, yang berarti ia tidak makan selama berada di sekolah.

Dan tak bisa dipungkiri bahwa hal yang bocah itu lalukan cukup cerdas untuk anak berusia 7 tahun, yang pada akhirnya dapat dikembangkan menjadi pola pikir bisnis yang sangat fungsional.

Hmm, kalau menurutmu bagaimana?

Sumber : dream.co.id

Foto : facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia