Menu

Dark Mode
Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos Komdigi dan Meta Buka Suara Soal Akun WhatsApp Botok Pati Terblokir

Kabar Bogor

Bima Tugaskan Inspektorat Audit Gedung DPRD Kota Bogor

badge-check


					Bima Tugaskan Inspektorat Audit Gedung DPRD Kota Bogor Perbesar

Dua hari paksa ambruknya sebagian atap gedung DPRD Kota Bogor yang baru diresmikan penggunaannya April 2019 kemarin, Walikota Bogor Bima Arya langsung menungaskan Kepala Inspektora yang barusa aja dilantik, Pupung W Purnama agar melakukan audit.

Hal tersebut diungkapkan Bima saat melantik tiga pejabat hasil open bidding dan kepala sekolah  di ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor Senin (28/10/2019) sore . Ketiga pejabat tersbeut yakni, Kepala Inspektorat Kota Bogor diisi oleh Pupung W Purnama, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) diisi Deni Hendana dan Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir.

Meski baru saja dilantik, Bima langsung mengintruksikan kepala inspektorat mengaudit gedung DPRD Kota Bogor paska ambruk, dan Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir diminta mengejar pembangunan blok 3 gedung RSUD Kota Bogor yang harus segera selesai. Sedangkan Kepala Bapenda Deni Hendana yang baru masuk Kota Bogor diminta untuk melanjutkan inovasi Bapenda Kota Bogor yang telah berjalan.

Menurut Bima, dirinya mengapresiasi proses open bidding, disitu dipadukan rekam jejak dan hal lainnya. Bima berharap, Deni yang berpengalaman di kementerian keuangan dan bertugas di pajak, bisa membangun sistem dan aturan yang berbeda dengan teman-teman Bapenda yang sudah ada.

“Tugas pertama inspektorat adalah audit pembangunan gedung DPRD yang kemarin itu saya lihat. Apakah ada persoalan dalam hal pelaksanaan, perencanaan dan pengawasan,” ungkap Bima.

Bima menjelaskan, eselon II yang baru hatus bekerja maksimal, karena sesuai aturan, eselon II itu tidak bisa dipindah sebelum dua tahun kecuali ada tindak pidana.

“Saya minta maksimalkan betul, RSUD harus profesional pembangunan, inspektorat harus menjadi terdepan untuk membangun sistem bukan saja di ujung ketika ada persoalan. Bapenda membangun sistem yang baik transparan anti korupsi dan terobosan-terobosan ke meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tuturnya.

Terkait atap gedung dewan yang ambruk, Kepala Inspektorat Kota Bogor, Pupung W Purnama mengatakan, akan mempelajari terlebih dahulu dan akan mencoba konsolidasi di internal inspektorat untuk melakukan langkah-langkah yang memang sesuai dengan perintah wali kota.

“Ya tadi perintahnya untuk dilakukan audit gedung DPRD Kota Bogor tersebut. Secepatnya kami akan lakukan audit, karena hari ini saya baru dilantik saya kan ada konsolidasi internal dahulu. Secepatnya kami akan melaksanakan kegiatan tersebut,” ungkap Pupung.

reporter pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

26 August 2026 - 14:51 WIB

Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

26 August 2026 - 13:44 WIB

Ratusan Ummat Islam Ikuti Maulid Nabi di Mesjid Agung

26 August 2026 - 13:33 WIB

Halte Air Alam, Upaya Pemkot Bogor Percantik Kota Tanpa APBD

23 August 2026 - 14:23 WIB

Kopi Jadi Bagian Identitas Kota, Bogor Perkuat Cita Rasa Gastronomi

21 August 2026 - 10:14 WIB

Trending on Kabar Bogor