Bima Diperiksa Bawaslu Soal Simbol Satu Jari

Paska aksi Wali Kota Bogor Bima Arya yang mengacungkan satu jari saat mendampingi kunjungan Cawapres nomor urut satu KH Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ghazaly pada Sabtu 5 Januari 2019 lalu, akhirnya Bima memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Bima Arya tiba di kantor Bawaslu, Jalan Ismaya II, Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor sekitar pukul 15.00 WIB. Politisi PAN itu tampak keluar setelah menjalani pemeriksaan sekira pukul 16.00 WIB, sehingga suami dari Yane Adrian itu diperiksa selama satu jam.

“Saya memenuhi undangan dari Bawaslu untuk dimintai keterangan berdasarkan viral pemberitaan terkait kedatangan saya dan simbolisasi angka satu,” kata Bima usai menjalani pemeriksaan di Bawaslu.

Selama pemeriksaan Bima mengaku dicecar sekitar 15 pertanyaan dari Bawaslu. Ia menuturkan waktu itu ia datang untuk memenuhi undangan dari pengurus Ponpes terkait adanya kunjungan Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin.

Ketika tiba di Ponpes Al-Ghazaly, kata dia, dirinya diminta duduk di depan KH Ma’ruf bersamaan dengan berlangsungnya jumpa pers. Dan secara spontan awak media kemudian menanyakan maksud kedatangannya.

“Tadi saya jelaskan ke Bawaslu. Ketika ditanya (wartawan), langsung saya secara refleks mengatakan bahwa maksudnya (kedatangan) cuma satu. Dan ketika saya menyebut satu itu disertai penguatan makna,” ujarnya.

Masih kata dia, dirinya orangnya ekpresif, jadi kalau bicara 2, dirinya akan kasih simbol 2. Kalau bicara dengan nada semangat maka akan dibarengi dengan mengepalkan tangan. “Kemarin itu refleks saya sebutkan satu, itu yang barangkali kemudian ditafsirkan bermacam-macam,” ujarnya.

Tapi hal itu lanjut dia, telah dijelaskan kepada rekan-rekan Bawaslu, hari itu libur, tidak dalam hari kerja. “Saya datang juga bukan untuk kampanye tapi diundang . Simbolisasi satu itu lebih kepada penguatan makna memuliakan tamu,” ujar Bima kembali.

Sebelumnya, dirinya juga sudah meminta izin kepada partai untuk netral, tidak berpihak kepada pasangan capres manapun.

“Karena ingin fokus kerja dan menjaga kebersamaan. Rasanya tidak elok kalau wali kota sibuk berkampanye,” katanya.

Selain menjelaskan terkait kedatangannya, Bima juga menyampaikan bukti salinan undangan dari Ponpes Al-Ghazaly kepada Bawaslu.

“Saya apresiasi juga Bawaslu sangat profesional, dan saya juga sampaikan kalau ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, saya siap untuk bekerjasama,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor, Yustinus Eliyas mengatakan dari hasil pemeriksaan, wali kota menyampaikan bahwa kedatanganya ke acara tersebut atas nama pribadi untuk memenuhi undangan dari pengurus Ponpes. Selain itu, Bima juga datang di hari libur.

Yustinus menambahkan, menurut pengakuan Bima kedatangannya di sana tidak ada unsur kampanye seperti mengacungkan satu jari yang diviralkan di media.

“Ini perlu dijelaskan bahwa ini informasi awal yang didapat Bawaslu. Kita mencari data-data apakah unsur kampanyenya terpenuhi atau tidak. Kalau tidak, di-close di sini,” kata dia.

Sebelumnya, kata Yustinus, dalam proses penelusuran, pihaknya telah memintai keterangan dari Tim Panwascam, PPKAD dan Tim Pemenangan Daerah nomor urut 01.

Setelah itu, tim investigasi akan mengumpulkan data-data yang kemudian diplenokan di Bawaslu untuk memutuskan apakah ada unsur kampanyenya. “Yah, (pengumpulan data) dua hari juga selesai,” pungkas Ketua Bawaslu Kota Bogor.

reporterpratama

DATA GRAFIS:

PEJABAT YANG VIRAL TERKAIT SIMBOL JARI

  1. Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta
  2. Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat
  3. Bima Arya Walikota Bogor

 

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *