Bima: BIRR dan BORR Solusi Macet

macet--fotografer-denny-hendrayana

Walikota Bogor Bima Arya menyebutkan beberapa langkah yang harus ditempuh untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di Kota  Bogor. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak mungkin untuk secara masif menambah atau mengejar infrastruktur jalan. Tetapi, kata Bima, polanya harus radikal.

“Pendekatannya bukan dengan membangun atau melebarkan jalan, tapi yang bisa dan sedang dilakukan sekarang adalah dengan mempercepat Bogor Inner Ring Road (BIRR) dan Bogor Outer Ring Road (BORR),” ujarnya.

Yang berikutnya, lanjut Bima, untuk mengatasi persoalan kemacetan ini adalah reformasi angkot. Dalam hal ini lebih kepada penataan angkotnya. Jumlah angkot yang resmi tercatat adalah berjumlah 3.412 unit. “Tetapi, yang menjadi persoalan adalah angkot yang masuk dari luar Kota Bogor sebanyak 4.600-an unit,” katanya.

Kemudian, masih kata Bima, persoalan kemacetan ini juga termasuk mobilitas di saat akhir pekan (weekend). Hal ini karena Kota Bogor sangat menarik. Menurut Bima, sama seperti kebanyakan kota tujuan wisata lainnya, Kota Bogor di saat akhir pekan akan sangat ramai dikunjungi wisatawan. Meski begitu, Kota Bogor juga menjadi Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Maka saat hari kerja (weekdays) pun akan tetap sama penuhnya.

“Jadi saat weekedays Kota Bogor ini akan penuh oleh para peserta rapat sementara weekend juga akan sama penuhnya oleh wisatawan. Ini tentunya menjadi kondisi yang luar biasa. Jadi sekitar 300 ribu sampai 400 ribu orang bertambah di Kota Bogor setiap Sabtu dan Minggu. Ini tentunya menjadi persoalan yang serius ketika tempat parkir yang memadai tidak ada,” paparnya.

Yang terakhir, disebutkan Bima, penyebab kemacetan ini adalah pembiaran. Pembiaran yang dilakukan oleh aparat maupun pembiaran yang dilakukan oleh warga. Juga pembiaran yang sifatnya teknis di lapangan, sampai pembiaran dalam bentuk sistem.

“Ini kita evaluasi betul bagaimana angkot ini ditata. Tidak boleh trayek ini hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Jadi ini yang saya maksudkan dengan pembiaran-pembiaran,” tegasnya.

Oleh karena itu, dirinya sangat mengapresiasi ketika Kapolresta Bogor Kota AKBP Suyudi Ario Seto menyampaikan yang pertama harus dilakukan adalah evaluasi internal.

“Bagaimana kita menata internal. Kalau di internal sudah selesai, kita akan lebih cepat untuk mengatasi eksternal. Di Pemkot sendiri saat ini untuk di DLLAJ mulai dari kepala dinas sampai beberapa kepala bidangnya baru. Kalau terlalu lama di struktur, di zona nyaman, maka kemungkinan untuk kongkalikong akan sangat besar,” tandasnya.

#pratama

print

You may also like...