Bima Arya Kaget Biskita Diberhentikan

HALTE-BISKITA

Meningkatnya kesadaran warga menggunakan alat transportasi massal di Kota Bogor, tampaknya kali ini harus ditahan sejenak. Hal itu dikarenakan transportasi massal Bus Kita Transpakuan akan dihentikan sementara pengoperasiannya mulai 1 Januari 2022. Demikian disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam jumpa pers, Minggu (2/1/2022).

Menurut Bima, penghentian sementara operasional program layanan Buy The Service (BTS) tersebut cukup mengagetkan, dikarenakan keputusan tersebut disampaikan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara mendadak.

“Terus terang kami kaget, karena kami belum siap mengantisipasi. Yang kami antisipasi adalah di bulan Februari, itupun akan kita sosialisasikan dan kita antisipasi secara bertahap. Sampai saat ini saya sebagai wali kota belum menerima surat resmi dari BPTJ. Surat dari BPTJ baru hanya dilayangkan kepada operator, yaitu ke Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT),” kata Bima.

Bima mengakui jika pada akhir 2021, BPTJ sempat menyampaikan wacana akan ada jeda masa operasi dikarenakan adanya perubahan dari lelang umum menjadi e-catalog, namun waktunya belum pasti.

“BPTJ menghentikan sementara pengoperasian biskita, untuk evaluasi dan perubahan lelang umum ke e-catalog.Dan ini berlaku bukan hanya Biskita Transpakuan di Kota Bogor saja, semua angkutan massal lain dengan skema BTS se-Indonesia juga dihentikan sementara,” jelasnya.

 

Menurut Bima, hal ini tentunya merugikan konsumen termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sendiri. Dimana dalam catatan  Kerjasama Operasional (KSO) dengan PDJT, dalam sehari jumlah penumpang Biskita Transpakuan mencapai sekitar sebelas ribu enam ratus (11.600) orang.

“Kami memberikan catatan khusus agar Dirjen Perhubungan Darat memperbaiki proses perencanaan ini. Dan kami juga sangat menyesalkan mengapa hal ini terjadi secara mendadak,” tegasnya.

Walau demikian Bima Arya tetap optimistis, Biskita Transpakuan akan segera kembali mengaspal. Setelah proses evaluasi dan proses e-catalog yang dilakukan BPTJ dan Kemenhub tuntas dengan perkiraan waktu sebulan.

Sementara itu Direktur PDJT Kota Bogor, Lies Permana Lestari menambahkan, surat pemberitahuan dari BPTJ baru diterima  PDJT Kota Bogor pada Jumat (31/12/2022). Surat pemberitahuan yang dikeluarkan BPTJ tersebut terkait dengan evaluasi BTS seluruh Indonesia.

 

“Kemenhub mengevaluasi BTS seluruh Indonesia, bukan hanya di Bogor saja. Sehingga BTS seluruh Indonesia sementara berhenti beroperasi, Doakan saja bisa segera mulai beroperasi kembali,” tutur Lies.

Penulis Yudi Budiman

Editor Aldho Herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *