Menu ✖

Dark Mode
Menampakkan Diri Setelah 150 Tahun, Ular Langka Kejutkan Petugas Hutan Ramai Tren Mukbang Mentega di TikTok, Ini Kata Pakar Viral Celana Dalam Merah Putih, Netizen RI Murka ke Warga Malaysia Tak Setuju AI Direm, Komdigi Dorong Safety by Design Bukan HP, Ini Sumber Duit Samsung Sampai Untung Ribuan Triliun Bukan Cuma di RI, Pembangunan Data Center di Finlandia Disetop

Kabar Lifestyle

Bercocok Tanam di Atap Gedung Jadi Pelepas Stres Warga Hong Kong

badge-check


					Bercocok Tanam di Atap Gedung Jadi Pelepas Stres Warga Hong Kong Perbesar

SEBUAH tren unik tengah digemari oleh warga Hong Kong, dan diklaim mampu memberikan kebahagiaan lebih besar dibandingkan menyantap makanan lezat.
Jauh di ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut, beberapa pekerja muda tampak asyik memanen sayur dan buah di beberapa puncak gedung pencakar langit di kota pelabuhan tersibuk di kawasan Timur Jauh itu.
Dilansir dari Boston Herald pada Rabu (28/3/2018), beberapa penggiat kegiatan unik ini tampak bahagia memanen selada mentega, selada India dan daun mustard China dalam barisan kebun hidroponik di bekas area helipad, di puncak gedung Bank of America Tower.
Dari puncak gedung setinggi 38 lantai itu, para pekerja memanen sayuran dengan ditemani latar pemandangan indah Pelabuhan Victoria dan bukit pulau Hong Kong, yang tampak dramatis karena diselimuti kabut tipis.
“Meski ini sangat kotor, tapi saya sangat menikmatinya,” kata Catherine Ng, salah satu dari lima sukarelawan yang bekerja untuk perusahaan properti yang mengelola menara itu.
Pertanian unik ini dijalankan oleh Rooftop Republic, startup berusia tiga tahun yang para pendirinya sedang menumbuhkan minat pada makanan organik, dan mengambil keuntungan dari ruang atap yang tidak terpakai di
kota bekas koloni Inggris itu.
Hong Kong, dengan blok-blok perkantorannya yang ramping, dan menara-menara apartemen serta penduduknya yang sibuk dan makmur, mungkin tampak sebagai tempat yang tidak mungkin bagi pengembangan pertanian di atap.
Meski Hong Kong memiliki banyak kawasan hijau di pinggirannya Namun, area yang bisa digunakan untuk pertanian hanya berkisar 18 persen dari total luas wilayahnya.
Hal itu bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan asupan nabati untuk setengah penduduknya, yang kini mencapai angka 7.94 juta jiwa.
“Kami semakin tertarik dengan orang-orang yang ingin menanam makanan mereka sendiri,” kata Michelle Hong, salah seorang penggagas tren tersebut.
“Muncul kesadaran di benak masyarakat, bahwa banyak makanan yang mereka konsumsi mungkin sarat dengan pestisida. Saya pikir orang-orang ingin memiliki lebih banyak kontrol, dan juga kepercayaan yang lebih terhadap sayur dan buah yang disantapnya,” lanjut Michele.
Saat ini, kegiatan bercocok tanam di atas gedung tersebut, baru difokuskan pada gedung-gedung di kawasan pusat kota di pulau Hong Kong dan pesisir Kowloon.
***
Sumber : Boston Herald
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menampakkan Diri Setelah 150 Tahun, Ular Langka Kejutkan Petugas Hutan

8 October 2026 - 19:46 WIB

Ramai Tren Mukbang Mentega di TikTok, Ini Kata Pakar

8 October 2026 - 19:44 WIB

Viral Celana Dalam Merah Putih, Netizen RI Murka ke Warga Malaysia

8 October 2026 - 19:41 WIB

Tak Setuju AI Direm, Komdigi Dorong Safety by Design

8 October 2026 - 19:36 WIB

Bukan HP, Ini Sumber Duit Samsung Sampai Untung Ribuan Triliun

8 October 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Lifestyle