Belgia Indonesia Teken MoU Sektor Pertanian

Tak hanya kerjasama antara IPB dan Univeristy of Ghent, Belgia juga mengirim delegasinya untuk meningkatkan kerjasama di sektor pertanian dengan Indonesia. Melalui Kementrian Pertanian (Kementan) RI pertemuan bilateral dalam rangka Misi Dagang Belgia ke Indonesia.

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi dan Inovasi Pertanian Mat Syukur mengatakan, Indonesia dan Belgia menyepakati poin penting terkait peningkatan akses pasar komoditas unggulan masing-masing negara. Seperti perluasan ekspor susu dan buah-buahan dari Belgia ke Indonesia serta ekspor kelapa sawit dari Indonesia ke Belgia. Hal ini didukung dengan pertukaran informasi terkait regulasi terkini seperti prosedur verifikasi produk peternakan dan hortikultura ke Indonesia.

Selain itu, Delegasi Belgia dan Kementan menerapkan satu kebijakan baik aspek standar dan keamanan pangan maupun distribusi oleh Uni Eropa, dimana Belgia merupakan salah satu anggotanya. “Indonesia dan Belgia memiliki banyak kesamaan. Potensi kerjasama bisa lebih luas lagi di sektor pertanian,” ujar Mat Syukur.

Mat Syukur menuturkan, produksi sawit yang diekspor telah mengacu pada prinsip keberlanjutan (sustainability). Ia juga berharapa delegasi Belgia dapat mengurangi kampanye negatif terkait komoditi minyak sawit sehingga bisa mendorong akses pasar di Eropa. “Kami memiliki Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang menjamin keberlanjutan pada produk minyak sawit,” tegas Mat Syukur.

Pimpinan delegasi Belgia Vicky Lefevre, selaku Director General of Belgian Federal Agency for the Safety of the Food Chain, mengapresiasi atas kerjasama yang telah dilakukan dengan Indonesia selama ini. Vicky juga berharap peningkatan ini membawa hubungan yang lebih baik antara Belgia dan Indonesia. #pratama

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *