Menu ✖

Dark Mode
Jelang Nataru 2026, Dirut KAI Bobby Nasution Sidak Infrastruktur Daop 6 Jogja Tren Agentic AI Mulai Geser Era Call Center Tradisional Demokrat Menang, Saham Para Raksasa Teknologi Hancur Sejarah Times New Roman, Tahun Berapa Diciptakan? Starlink Mau Bangun Jaringan 5G Sendiri, Siap Saingi Operator Seluler Indonesia Targetkan PLTN Pertama Dibangun 2032, BRIN Soroti Aspek Ini

Kabar Bogor

Bangunan Penyebab Banjir di Utara, Dedie Rachim Intruksikan Bongkar Jika Perlu

badge-check


					Wali Kota Bogor Dedie Rachim. (foto: Kominfo Kota Bogor) Perbesar

Wali Kota Bogor Dedie Rachim. (foto: Kominfo Kota Bogor)

Kota Bogor – Bogor Utara dalam sejarahnya adalah gerbang Kota Bogor yang memiliki potensi yang sangat luar biasa. Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Utara di Aula Kebo Jati, Kelurahan Cibuluh Kecamatan Bogor Utara, Kamis (22/1/2026).

Ini momentum yang sangat baik, lanjut Dedie, potensi yang ada kalau dilakukan jemput bola melalui intervensi program dan kegiatan yang tepat akan mendorong juga menghasilkan pertumbuhan yang baik.

Musrembang Bogor Utara. (foto: Kominfo Kota Bogor)

“Dukungan dari semua pihak tentunya sangat dibutuhkan. Selain itu saya titip soal banjir, jadi titik-titik yang menjadi sumbatan. Di Bogor Utara kendalanya banyak bangunan yang melanggar. Saya minta camat dan lurah kalau memang harus dibongkar, kami bongkar langkah normalisasi aliran sungai,” jelasnya.

Dedie menambahkan, konsep dan langkah-langkah pembangunan yang ada dinilai perlu diperbaiki, agar lebih revolusioner.  Sehingga pembangunannya lebih terasa dan masyarakat Bogor Utara bisa menikmati pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, serta tidak sekedar menjadi penonton pertumbuhan wilayah tetangga.

Sementara itu, Camat Bogor Utara Riki Robiansah menyampaikan hasil Musrenbang dimana terdapat 228 usulan prioritas yang diajukan ke tingkat kota.

“Dari 228 usulan tersebut, 140 merupakan usulan bidang fisik. Dominasi usulan fisik tersebut tidak terlepas dari kondisi Bogor Utara yang rawan banjir. Usulan yang masuk mayoritas berkaitan dengan perbaikan drainase, peninggian dan perbaikan turap, serta peninggian jembatan. Beberapa kelurahan kalau hujan besar dengan intensitas tinggi dan lama biasanya ada banjir, meskipun sifatnya lintasan dan cepat surut,” terangnya.

Riki memaparkan, rencana pembangunan Jalan R2 di wilayah Bogor Utara yang ditargetkan dapat tersambung hingga kawasan Sentul, Sukaraja. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 tahun ke depan.

“Rencananya insyaallah mudah-mudahan 4-5 tahun ke depan bisa tembus sampai ke SBY Center yang berada di wilayah Kelurahan Ciluar yang berbatasan dengan Sukaraja, Sentul, ke arah utaranya,” papar Riki.

Riki menjelaskan, pembangunan Jalan R2 nantinya akan tersambung mulai dari Jalan K.S. Tubun. Namun, hingga saat ini proses pembebasan lahan masih belum sepenuhnya rampung.

“Pembebasan ada beberapa bidang lagi yang belum. Tahun ini ada dana pembebasan lahan sebesar Rp 20 miliar untuk R2,” ujarnya.

Menurut Riki, pembebasan lahan di sisi selatan menjadi prioritas utama karena biaya yang dibutuhkan relatif lebih kecil dibandingkan sisi utara. Di sisi utara, jumlah lahan yang belum terbebaskan masih cukup banyak dan memerlukan anggaran yang lebih besar. Rheynaldhi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Nonton Wayang Bersama Ribuan Masyarakat di Balai Kota Bogor, Komeng: Selamat Hari Wayang

6 November 2026 - 19:04 WIB

Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah

6 November 2026 - 15:33 WIB

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Trending on Kabar Bogor