Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

Apple Pilih Gemini Ketimbang OpenAI, Ini Alasannya

badge-check


					AI Foto: Getty Images/Robert Way Perbesar

AI Foto: Getty Images/Robert Way

Jakarta – Apple dilaporkan akan membayar Google miliaran dolar untuk mendukung fitur kecerdasan buatan (AI) terbaru di iPhone. Kerja sama ini terjadi setelah OpenAI, pengembang ChatGPT, dikabarkan menolak tawaran Apple untuk menjadi penyedia utama teknologi AI-nya.

Laporan Financial Times menyebutkan bahwa OpenAI mundur dari pembicaraan dengan Apple pada paruh kedua 2025. Perusahaan tersebut disebut tidak ingin sekadar menjadi penyedia teknologi di balik layar produk Apple dan memilih fokus mengembangkan perangkat AI miliknya sendiri.

Keputusan OpenAI ini membuat Apple beralih ke Google. Dalam kesepakatan yang ada, Apple akan menggunakan model Gemini milik Google untuk menangani sejumlah komputasi AI berskala besar, terutama yang tidak dijalankan langsung di perangkat. Perjanjian ini disebut berbentuk kontrak komputasi cloud, dengan nilai pembayaran mencapai miliaran dolar dalam beberapa tahun ke depan.

Apple sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa sebagian fitur AI di iPhone akan ditopang oleh mitra eksternal. Langkah ini diambil karena pembangunan infrastruktur AI berskala besar, seperti pusat data dan server khusus, membutuhkan investasi sangat besar.

Sementara Google, Microsoft, dan Meta menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk membangun pusat data AI, Apple memilih pendekatan berbeda. Dengan memanfaatkan infrastruktur Google, Apple dapat menghindari belanja modal besar yang diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar jika harus membangun sendiri.

Kerja sama ini mengingatkan pada hubungan lama Apple dan Google di bidang pencarian internet. Selama bertahun-tahun, Google membayar Apple miliaran dolar agar tetap menjadi mesin pencari default di Safari. Kini, arus dana justru mengalir dari Apple ke Google untuk memastikan peningkatan kemampuan Siri dan fitur AI lainnya berjalan optimal.

Di sisi lain, keputusan OpenAI menolak kerja sama dengan Apple dinilai berisiko. Dengan tidak memanfaatkan ekosistem iPhone yang memiliki ratusan juta pengguna, OpenAI memilih jalur pengembangan perangkat AI mandiri. Proyek ini juga disebut melibatkan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, yang semakin menempatkan OpenAI sebagai calon pesaing Apple di masa depan.

Bagi Apple, kemitraan dengan Google dinilai sebagai solusi jangka menengah. Perusahaan tetap dapat meningkatkan fitur AI tanpa harus langsung membangun infrastruktur sendiri, sambil menjaga fleksibilitas untuk mengembangkan teknologi internal di kemudian hari.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle