Menu

Dark Mode
Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya! Pemkot Bogor Silaturahmi ke Alim Ulama di Pekan Terakhir Ramadan PLN UPT Cirebon dan YBM PLN Gelar Berbagi Berkah Ramadhan Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang

Kabar Artis

Apa Itu N2O, Gas Tertawa Terkait Kematian Lula Lahfah

badge-check


					 Foto: Getty Images/iStockphoto/Magone Perbesar

Foto: Getty Images/iStockphoto/Magone

Jakarta – Gas N2O menjadi perbincangan publik setelah disebut dalam penyelidikan terkait meninggalnya Lula Lahfah. Salah satu yang disorot adalah keberadaan tabung berwarna pink yang dikenal dengan sebutan whip pink. Lalu sebenarnya, apa itu N2O dan bagaimana kegunaannya?

Merangkum dari berbagai sumber, N2O adalah singkatan dari nitrous oxide, gas yang dikenal luas dengan julukan gas tertawa. Di dunia kuliner, gas ini digunakan sebagai pendorong untuk membuat whipped cream. N2O membantu krim mengembang sehingga teksturnya menjadi ringan dan lembut, seperti yang sering ditemui pada dessert dan minuman berbasis krim.

Cara penggunaan N2O dalam konteks kuliner sebenarnya cukup spesifik. Gas ini tidak digunakan secara langsung, melainkan dimasukkan ke dalam alat khusus bernama whipped cream dispenser. Setelah tabung terpasang, gas akan bercampur dengan krim di dalam wadah dan menghasilkan tekanan. Tekanan inilah yang membuat krim bisa keluar dalam bentuk busa saat dispenser ditekan.

Karena fungsinya sebagai gas pendukung alat dapur, produk seperti whip pink tidak dikategorikan sebagai makanan atau minuman. Itulah sebabnya produk ini tidak memerlukan izin edar layaknya produk pangan, selama digunakan sesuai peruntukannya sebagai bagian dari peralatan memasak.

Di luar dunia kuliner, nitrous oxide juga dikenal di bidang medis sebagai anestesi ringan. Dalam konteks ini, N2O digunakan dengan pengawasan ketat tenaga kesehatan dan biasanya dicampur dengan oksigen, sehingga aman bagi pasien.

Namun, para ahli menegaskan bahwa N2O tidak dirancang untuk dihirup secara bebas. Menggunakan gas ini di luar peruntukannya dapat mengurangi pasokan oksigen ke tubuh dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Karena itu, penggunaan yang tidak sesuai aturan menjadi perhatian serius dari sisi keselamatan.

Terkait peristiwa yang masih dalam proses penyelidikan, pihak berwenang menegaskan bahwa keberadaan N2O tidak bisa langsung diartikan sebagai penyebab tertentu. Penjelasan lengkap tetap menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hadirkan Indra Lesmana, Jazz Hujan Jadi Ikon Kota Bogor

31 January 2026 - 19:20 WIB

Lula Lahfah Meninggal, Warganet Ikut Berduka dan Kuatkan Reza Arap

25 January 2026 - 13:57 WIB

Ayah Jerome Polin Meninggal Dunia, Warganet Banjiri Medsos dengan Doa

31 October 2025 - 15:58 WIB

Marsha Aruan Cedera Mata akibat Bola Padel, Dokter Sebutkan Aktivitas yang Harus Dihindari

13 September 2025 - 14:20 WIB

Giring Dadakan Nyanyi di Konser Gita Bahana Nusantara: Itu Mereka Yang Minta, Saya Juga Bingung

11 August 2025 - 14:10 WIB

Trending on Kabar Artis