Menu ✖

Dark Mode
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor. Hapkido Kota Bogor Raih Medali di Kejurnas Nvidia Rilis OpenShell dan Sentry, Platform Pengaman Agen AI Nakal Denny Mulyadi Resmi Menutup Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026 Peneliti Bor Lokasi Diduga Bahtera Nabi Nuh, Mata Bor Mendadak Pecah Kalah di Pengadilan, Meta Terancam Denda Rp 3.900 Triliun

Kabar Lifestyle

AI Ada di Mana-mana, Traffic Internet Diramal Naik 5 Kali Lipat

badge-check


					Ilustrasi kacamata pintar dengan AI (Foto: REUTERS/Manuel 
Orbegozo) Perbesar

Ilustrasi kacamata pintar dengan AI (Foto: REUTERS/Manuel Orbegozo)

Kecerdasan buatan (AI) kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan sehari-hari. Semakin meluasnya adopsi AI, traffic internet diperkirakan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Ericsson Mobility Report edisi Juni 2026, traffic uplink akan tumbuh 3-5 kali lipat pada tahun 2031 karena adopsi aplikasi AI yang meluas. Pertumbuhan ini didorong oleh perubahan perilaku pengguna dan kehadiran AI yang tidak hanya terbatas di smartphone saja.

“Selama ke depan itu, AI akan menjadi part dari mobile experience,” kata Stanislaus Bawono, Head of Network Solutions Ericsson South East Asia dalam media briefing di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

“Jadi dulu kita pakai dari sisi smartphone saja, tapi penggunaannya akan menuju ke wearables juga. Kita ngomongin mengenai smart glasses, itu juga ada untuk smartwatch,” imbuhnya.

Dari segi perilaku pengguna, Stanis mengatakan saat ini kebanyakan traffic internet bersifat downlink karena kebiasaan pengguna seperti streaming atau download video yang masih mendominasi.

Ketika adopsi AI dan wearable sudah meluas, perilaku pengguna mungkin akan bergeser, seperti bercakap-cakap langsung dengan asisten AI atau agen AI yang selalu memahami konteks pengguna.

Hal ini tentu mengharuskan pengguna mengirimkan banyak data ke server, sehingga traffic uplink ikut meningkat. Stanis mengatakan penyedia jaringan harus bersiap menghadapi pergeseran kebiasaan ini.

“Banyak hal yang kita lakukan di network sekarang itu adalah bagaimana mempersiapkan turunannya atau pengunduh, tapi juga bagaimana mempersiapkan untuk kebanyakan traffic yang going up ke atas,” jelas Stanis.

“Jadi ini behavior yang akan berubah. Ini mungkin belum kelihatan sekarang, kelihatan mungkin nanti setelah beberapa tahun ke depan, tapi behavior ini akan semakin banyak,” pungkasnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Nvidia Rilis OpenShell dan Sentry, Platform Pengaman Agen AI Nakal

29 September 2026 - 20:03 WIB

Peneliti Bor Lokasi Diduga Bahtera Nabi Nuh, Mata Bor Mendadak Pecah

29 September 2026 - 20:00 WIB

Kalah di Pengadilan, Meta Terancam Denda Rp 3.900 Triliun

29 September 2026 - 19:55 WIB

Apple Dilaporkan Pecat Karyawan Divisi Fitness+

29 September 2026 - 19:52 WIB

Roket Starship SpaceX Berhasil Capai Orbit Bumi untuk Pertama Kalinya

29 September 2026 - 19:49 WIB

Trending on Kabar Lifestyle