Menu ✖

Dark Mode
Target 100 Emas, KONI Minta Pelatih Ketat Awasi Fisik dan Nutrisi Atlet Mitos Kebumian Bakal Hadir Lewat Sastra Penulis Muda Pada Pesta Cerita Tutur Tumurun 2026 Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja 14 Kemantren, Petugas Kebersihan, Sanggar Luar Daerah Meriahkan WJNC 2026 Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

Kabar Bogor

30 Peserta Adu Masak Tempe

badge-check


					30 Peserta Adu Masak Tempe Perbesar

image

Tiga puluh orang dari berbagai kalangan mengikuti lomba memasak dengan bahan baku tempe di Institut Pertanian Bogor Kampus Dramaga, Minggu (4/10/2015). Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Nutrition Fair yang digelar Himpunan Mahasiswa Gizi, Departemen Gizi Masyarakat, IPB untuk mengkampanyekan makanan sehat dan berimbang.

Ketua Departemen Gizi Masyarakat, Rimbawan mengatakan tempe dipilih karena merupakan makanan asli Indonesia yang mengandung gizi tinggi. Bahkan, berdasarkan banyak penelitian, tempe diyakini mampu mengurangi risiko penyakit jantung. “Pesertanya dari Bandung, Bogor, Jakarta dan beberapa wilayah sekitar. Mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga,” ucapnya.

image

Menurut dia, meski tempe masih dinilai sebagai makanan kampung, tempe bisa diolah menjadi berbagai macam olahan makanan yang tidak kalah enak dengan daging. Selain dari segi rasa, penilaian lomba memasak juga dari kreativitas pemasak untuk mengolah tempe. “Ada banyak olahan tempe. Setiap peserta beda-beda. Ada yang dimasak sebagai cemilan tempe pasir hingga kebab tempe,” tutur Rimbawan.

Lebih lanjut, Rimbawan mengatakan Indonesia dihadapkan pada masalah kekurangan gizi dan kelebihan gizi sekaligus. Riset yang dilakukan tahun 2013 menyebutkan prevelensi gizi kurang pada balita di Indonesia mencapai 19,6 persen. Ironisnya, di wilayah perkotaan prevelensi gizi berlebih untuk pria dewasa mencapai 19,7 sedangkan untuk perempuan dewasa mencapai 32,9 persen.

“Kasus di dunia menunjukkan 70 persen masalah gizi menimbulkan kematian,” lanjut Rimbawan. Oleh karena itu, pameran gizi ini digelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat soal makanan bergizi seimbang. Apalagi, tren penderita penyakit akibat pola makan yang kurang baik dinilai Rimbawan semakin meningkat.

Salah seorang peserta lomba, Fitria mengaku terinspirasi dari pisang goreng pasir sehingga memasak tempe goreng pasir. Dia berharap, tempe semakin digemari masyarakat. Apalagi, ketika tempe bisa disajikan dengan berbagai macam olahan, tidak melulu digoreng atau ditumis. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

7 October 2026 - 22:03 WIB

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

7 October 2026 - 22:00 WIB

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

7 October 2026 - 21:51 WIB

Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen

7 October 2026 - 20:43 WIB

Pemkot Bogor Perkuat Implementasi SAKIP untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

6 October 2026 - 17:22 WIB

Trending on Kabar Bogor