Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Headline

Pemerintah Belum Miliki Roadmap Poros Maritim

badge-check


					Pemerintah Belum Miliki Roadmap Poros Maritim Perbesar

image

Pemerintah dinilai belum mampu menerjemahkan gagasan poros maritim dunia dalam bahasa yang mudah dipahami publik. Padahal, program ini selalu didengung-dengungkan oleh Presiden Joko Widodo selaras dengan program nawa citanya.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman ketika menjadi pembicara dalam orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke 52 IPB di Kampus IPB Dramaga. Menurut Irman, pemerintah perlu memberikan definisi, sosialisasi dan roadmap yang jelas soal poros maritim.

“Tidak hanya itu, pemerintah juga perlu mengalokasikan anggaran yang jelas dan lebih berpihak pada program ini. Program yang baik harus bisa diterjemahkan dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat umum,” kata Irman.

Belum adanya roadmap yang jelas soal poros maritim, kata Irman, artinya Indonesia baru mencanangkan program itu. Namun, belum melakukan langkah perubahan besar, dari yang memunggungi laut menjadi memanfaatkan laut. Oleh karena itu, Irman menilai perlu adanya kongres kemaritiman yang akan menyamakan visi, misi, dan langkah seluruh stakeholder dalam mendukung program pemerintah.

Dikatakan Irman, sebagai negara kepulauan, Indonesia belum menjadi negara maritim. Bahkan, meski Indonesia memiliki 3 alur laut kepulauan indo yang menjadi alur pelayaran kapal internasional, Indonesia belum mendapatkan manfaatnya. Padahal, alur itu dilalui oleh 40 persen total perdagangan dunia atau mencapai 1.500 miliar dolar AS.

“Tapi, kita malah belum punya pelabuhan transit bagi kapal niaga internasonal,” tambahnya. Sekitar 92 persen angkutan laut kita juga masih dikuasai asing karena kebijakan pemerintah lebih perpihak pada angkutan darat. |Deni|

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Trending on Headline