Menu

Dark Mode
Mahkota Binokasih Sampai di Bogor, Disambut Dedie Rachim Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

Headline

Pemerintah Belum Miliki Roadmap Poros Maritim

badge-check


					Pemerintah Belum Miliki Roadmap Poros Maritim Perbesar

image

Pemerintah dinilai belum mampu menerjemahkan gagasan poros maritim dunia dalam bahasa yang mudah dipahami publik. Padahal, program ini selalu didengung-dengungkan oleh Presiden Joko Widodo selaras dengan program nawa citanya.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman ketika menjadi pembicara dalam orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke 52 IPB di Kampus IPB Dramaga. Menurut Irman, pemerintah perlu memberikan definisi, sosialisasi dan roadmap yang jelas soal poros maritim.

“Tidak hanya itu, pemerintah juga perlu mengalokasikan anggaran yang jelas dan lebih berpihak pada program ini. Program yang baik harus bisa diterjemahkan dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat umum,” kata Irman.

Belum adanya roadmap yang jelas soal poros maritim, kata Irman, artinya Indonesia baru mencanangkan program itu. Namun, belum melakukan langkah perubahan besar, dari yang memunggungi laut menjadi memanfaatkan laut. Oleh karena itu, Irman menilai perlu adanya kongres kemaritiman yang akan menyamakan visi, misi, dan langkah seluruh stakeholder dalam mendukung program pemerintah.

Dikatakan Irman, sebagai negara kepulauan, Indonesia belum menjadi negara maritim. Bahkan, meski Indonesia memiliki 3 alur laut kepulauan indo yang menjadi alur pelayaran kapal internasional, Indonesia belum mendapatkan manfaatnya. Padahal, alur itu dilalui oleh 40 persen total perdagangan dunia atau mencapai 1.500 miliar dolar AS.

“Tapi, kita malah belum punya pelabuhan transit bagi kapal niaga internasonal,” tambahnya. Sekitar 92 persen angkutan laut kita juga masih dikuasai asing karena kebijakan pemerintah lebih perpihak pada angkutan darat. |Deni|

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia

6 May 2026 - 08:29 WIB

Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

5 May 2026 - 08:30 WIB

Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

4 May 2026 - 22:29 WIB

May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako

1 May 2026 - 11:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah

25 April 2026 - 10:01 WIB

Trending on Headline