Menu ✖

Dark Mode
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja 14 Kemantren, Petugas Kebersihan, Sanggar Luar Daerah Meriahkan WJNC 2026 Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

Headline

Rupiah Terpuruk, Pengrajin Tempe Tak Terpengaruh

badge-check

image

Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar anjlok dan menyentuh angka Rp 14.000, kondisi ini belum berpengaruh terhadap perajin tahu tempe yang menggunakan bahan baku kedelai impor. Padahal, biasanya harga kedelai akan ikut melambung mengikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Salah seorang perajin tempe di Kota Bogor, Yayan mengatakan harga kedelai masih relatif stabil. “Sempat naik pekan lalu, tapi tidak signifikan. Pekan ini harga kembali normal,” kata Yayan.

Menurut dia, kondisi ini berbeda dengan beberapa waktu lalu saat nilai tukar rupiah masih stabil, tetapi harga kedelai malah melambung hingga mendekati Rp 10.000 per kilogram.

“Saya sendiri tidak tahu, kenapa nilai tukar rupiah kali ini tidak berpengaruh pada harga kedelai. Hal yang sama juga terjadi beberapa waktu lalu yang perajin tahu tempe sampai mogok itu,” ujar Yayan. Oleh karena itu, Yayan masih menjual tahu dan tempe dengan harga dan ukuran normal.

Menurut dia, harga kedelai masih normal di angka Rp 7.250 per kilogram. Hal yang sama juga dikatakan Ketua Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Bogor Mochtar Sarie. “Ya, sempat naik pekan lalu. Tapi, tidak signifikan. Naiknya tidak sampai Rp 500, cuma di bawah Rp 200 kenaikannya. Tapi, sekarang sudah turun lagi,” ucapnya.

Dia berharap, melemahnya nilai tukar rupiah tidak akan sampai merugikan dan berpengaruh pada perajin tahu dan tempe. Dikatakan Mochtar, kebutuhan kedelai untuk wilayah Bogor masih mencukupi dan aman untuk sebulan mendatang. Setiap bulan, sekitar 100 ton kedelai dipasok ke Primkopti. Kedelai ini didistribusikan kepada 112 pengrajin tempe-tahu di Bogor. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja

8 October 2026 - 12:09 WIB

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

7 October 2026 - 22:03 WIB

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

7 October 2026 - 22:00 WIB

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

7 October 2026 - 21:51 WIB

Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen

7 October 2026 - 20:43 WIB

Trending on Kabar Bogor