Menu

Dark Mode
Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia Sah! Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Menkomdigi Ungkap Bank-Dompet Digital untuk Transaksi Judol Rusia Ubah Malam Jadi Terang dengan Cermin Raksasa Antariksa

Headline

Rupiah Terpuruk, Pengrajin Tempe Tak Terpengaruh

badge-check

image

Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar anjlok dan menyentuh angka Rp 14.000, kondisi ini belum berpengaruh terhadap perajin tahu tempe yang menggunakan bahan baku kedelai impor. Padahal, biasanya harga kedelai akan ikut melambung mengikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Salah seorang perajin tempe di Kota Bogor, Yayan mengatakan harga kedelai masih relatif stabil. “Sempat naik pekan lalu, tapi tidak signifikan. Pekan ini harga kembali normal,” kata Yayan.

Menurut dia, kondisi ini berbeda dengan beberapa waktu lalu saat nilai tukar rupiah masih stabil, tetapi harga kedelai malah melambung hingga mendekati Rp 10.000 per kilogram.

“Saya sendiri tidak tahu, kenapa nilai tukar rupiah kali ini tidak berpengaruh pada harga kedelai. Hal yang sama juga terjadi beberapa waktu lalu yang perajin tahu tempe sampai mogok itu,” ujar Yayan. Oleh karena itu, Yayan masih menjual tahu dan tempe dengan harga dan ukuran normal.

Menurut dia, harga kedelai masih normal di angka Rp 7.250 per kilogram. Hal yang sama juga dikatakan Ketua Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Bogor Mochtar Sarie. “Ya, sempat naik pekan lalu. Tapi, tidak signifikan. Naiknya tidak sampai Rp 500, cuma di bawah Rp 200 kenaikannya. Tapi, sekarang sudah turun lagi,” ucapnya.

Dia berharap, melemahnya nilai tukar rupiah tidak akan sampai merugikan dan berpengaruh pada perajin tahu dan tempe. Dikatakan Mochtar, kebutuhan kedelai untuk wilayah Bogor masih mencukupi dan aman untuk sebulan mendatang. Setiap bulan, sekitar 100 ton kedelai dipasok ke Primkopti. Kedelai ini didistribusikan kepada 112 pengrajin tempe-tahu di Bogor. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Jenal Mutaqin Kenalkan Siswa Sesko TNI pada Sejarah dan Kesenian Bogor

15 July 2026 - 08:20 WIB

Lahan Eks Pasar dan Plaza Bogor Difungsikan Sementara Jadi Area Parkir

14 July 2026 - 22:21 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Program PEKA, Bekali Ahli Waris Berwirausaha

14 July 2026 - 16:09 WIB

Proyek Trase Baru Jalan Batutulis Bikin Kotor, DPRD Desak Pemkot Konsisten Awasi Kontraktor

13 July 2026 - 22:12 WIB

Trending on Kabar Bogor