Menu

Dark Mode
​Wujudkan Kota Tangguh Bencana, BPBD Kota Bogor Rampungkan Dokumen Renkon Banjir dan Gempa Bumi Pengujian Tanah di Jalan Batutulis Selesai, Pengerasan Tanah Dimulai Kenapa Kita Suka Garuk-garuk saat Stres? Tersangka Buang Tubuh Wanita dari atas Tol Kayumanis, Karena Sakit Hati Mayapada Jadi Pelopor ERAS di RI, Pemulihan Operasi Lutut Lebih Cepat Starship V3 SpaceX Meledak Usai Uji Tebang, Alasannya Mengejutkan

Headline

Mensos Minta Disdik Wajibkan Siswa ke Museum

badge-check


					Mensos Minta Disdik Wajibkan Siswa ke Museum Perbesar

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa merekomendasikan agar ada aturan di setiap Dinas Pendidikan di daerah yang mewajibkan anak sekolah berkunjung ke museum.

Hal ini dilakukan agar rasa nasionalisme dan pengetahuan anak sekolah mengenai sejarah bangsanya sendiri semakin terpupuk.

Rekomendasi ini disampaikan Khofifah menanggapi masih kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap Museum dan Monumen Peta (Pembela Tanah Air).
“Saya merekomendasikan agar disdik mewajibkan siswa-siswi berkunjung ke Museum Peta,” ujar Khofifah saat berkunjung ke Museum dan Monumen Peta di Jalan Jendral Sudirman, Kota Bogor, Minggu (16/8/2015).

Menurut dia, rekomendasi yang sama juga diterapkan di Jakarta. Tidak hanya siswa biasa, bahkan siswa dari sekolah internasional pun diajak wisata sejarah ke museum.

Sebagian besar siswa malah merasa mempelajari sejarah tidak cukup hanya dari internet. Mereka bahkan merasa lebih mendapatkan gambaran soal sejarah ketika berkunjung ke Museum Lubang Buaya.

Tak hanya itu, setiap ada tamu dari luar pun, Khofifah selalu menerimanya di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

“Ternyata tidak semua orang pernah ke taman makam pahlawan. Bahkan, mereka baru tahu jika yang mengelolanya Mensos,” tutur Khofifah.

Menurut dia, hal ini bisa menjadi cara untuk mendekatkan perjuangan para pahlawan dengan generasi penerusnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pun mengakui pengelolaan museum di kita, rata-rata belum baik. Tidak mengherankan jika banyak generasi muda malas ke museum. Atau ke museum tetapi tidak mendapatkan inspirasi dari nilai perjuangan pahlawannya.

“Di luar negeri, anak muda setelah masuk museum selalu keluar dengan hati bergelora dan terinspirasi para pahlawan bangsanya. Di kita, tidak. Bahkan bingung kalau mau dapat inspirasi dari pahlawan mau datang ke mana, karena  pengelolaan museum kita belum baik,” ucapnya. [Deni]
image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tersangka Buang Tubuh Wanita dari atas Tol Kayumanis, Karena Sakit Hati

25 May 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan Museum Marsinah

16 May 2026 - 11:32 WIB

Pengerjaan Trase Baru Batutulis Segera Dimulai, Malam Ini Alat Berat Masuk

15 May 2026 - 21:32 WIB

Gerakan RT/RW dan Rumah Ibadah Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

12 May 2026 - 11:17 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Geber Sosialisasi 3 Program

11 May 2026 - 21:30 WIB

Trending on Headline