Perjalanan akademik yang gemilang ditorehkan oleh Aghnan Yarits Anggara. Ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Program Magister Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM) pada periode wisuda akhir Oktober lalu.

Selain lulus dengan predikat cum laude, Angga sapaan akrabnya sukses merampungkan studi magister manajemennya dalam kurun waktu singkat, yakni 1 tahun 5 bulan 20 hari, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) impresif di angka 3,98.
Di balik prestasi cemerlang tersebut, Angga mengaku selalu memegang teguh nilai-nilai perjuangan keluarga. Bagi pria yang sebelumnya berkarier sebagai praktisi statistika di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Dumai, Riau ini, pendidikan adalah warisan kesempatan yang harus dihargai.
“Mimpi adalah sumber daya tak terbatas yang diberikan Tuhan, sehingga setiap orang memiliki ruang untuk terus bertumbuh dan mengembangkan dirinya. Namun, keberanian untuk bermimpi perlu disertai kesungguhan ketika kesempatan datang serta kemauan untuk mempelajari hal-hal baru,” ujar Angga, Senin 2 November 2026
Keputusan Angga melanjutkan studi S2 didasari oleh keinginan untuk memperluas perspektif. Selama empat tahun mengabdi di BPS, ia terbiasa meracik indikator ekonomi makro seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Namun, ia merasa perlu memahami dinamika bisnis yang lebih spesifik pada tingkat perusahaan, pasar, dan pengambilan keputusan strategis.
Berbekal beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta reputasi internasional MM FEB UGM yang telah mengantongi akreditasi AACSB, Angga memantapkan langkahnya.
Meski demikian, transisi dari latar belakang sains dan statistika ke dunia manajemen bisnis bukan perkara mudah. Ia mengaku harus bekerja keras beradaptasi dengan bidang keuangan yang asing baginya. Beruntung, lingkungan kelas yang heterogen dan penuh diskusi kasus membuat proses adaptasinya menjadi lebih cair.
“Pengalaman menarik selama di sini adalah keberagaman para mahasiswa yang menghasilkan perspektif heterogen di kelas. Hal tersebut sangat mendorong kemampuan berpikir kritis,” ungkapnya.
Ketertarikan Angga pada analisis ekonomi tetap mewarnai riset akhirnya. Dalam tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Drs. Eduardus Tandelilin, M.B.A., ia meneliti pengaruh kapitalisasi pasar saham (market capitalization of equity) terhadap indeks harga properti di negara-negara ASEAN-5 dengan mempertimbangkan faktor kredit.
Riset tersebut membuahkan temuan menarik bahwa market cap equity terbukti memiliki pengaruh positif terhadap pergerakan harga properti di kawasan tersebut.
Kesibukan akademik tidak membuat Angga menjadi mahasiswa yang hanya “kupu-kupu” (kuliah-pulang). Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi hingga konferensi internasional, mulai dari 13th GAMAICEB di Yogyakarta, SMICDE di Solo, hingga ICMBS di Fukuoka, Jepang.
Ia bahkan punya cerita unik di balik mobilitasnya yang tinggi.
“Pengalaman konferensi terakhir di Jepang cukup menantang karena jam kedatangan di Jogja hanya selisih kurang lebih 12 jam dari jadwal sidang tesis saya,” kenangnya.
Selain riset dan konferensi, Angga juga aktif berorganisasi sebagai Chief Operating Officer (COO) Operations Club dan Vice Chief Academic Officer di MBA Student Association (MBA SE). Kuncinya dalam menyeimbangkan segalanya? Membangun passion.
“Dengan menemukan ketertarikan pada materi yang dipelajari, proses akademik dapat dijalani dengan rasa ingin tahu yang lebih besar,” pungkasnya. K-ollf














